Gianyar, Bali (ANTARA) - Sejumlah relawan dari komunitas pecinta lingkungan dan pelaku pariwisata bersama unsur pemerintah daerah membersihkan tumpukan sampah sisa banjir bandang yang masih menumpuk di aliran Sungai Campuhan, Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali.

"Upaya pembersihan sampah ini membutuhkan peran banyak pihak agar bencana banjir tidak terulang," kata Kepala Regional Bali Sungai Watch Darma Sanjaya di Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin.

Ratusan relawan itu saling bekerja sama mengangkat sampah yang masih menutupi aliran tukad (sungai) Campuhan Batubulan yang berada di Banjar Sasih, Gianyar, dalam program membersihkan sampah yang diinisiasi organisasi lingkungan, Sungai Watch.

Sampah tersebut berupa sampah organik berukuran besar seperti kayu, bambu, dan sampah plastik berupa botol plastik hingga styrofoam.

Para relawan itu kemudian terjun ke tengah sungai pada kedalaman hingga sekitar satu meter, membawa karung jaring untuk memungut sampah plastik.

Sedangkan untuk sampah kayu dan bambu untuk sementara ditempatkan di dekat sungai, untuk selanjutnya diangkut menuju tempat pengelolaan akhir.

Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dipilah dan diolah kembali oleh organisasi lingkungan tersebut di sejumlah gudang sortir yang ada di Bali.

"Sampah organik berukuran besar itu juga harus diangkat dari sungai karena menghambat laju air dan membuat adanya sedimentasi sehingga sungai menjadi dangkal," imbuhnya.

Ada pun kawasan itu merupakan salah satu titik parah terdampak banjir di Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi General Manager Hotel Indonesia (IHGMA) Yoga Iswara mengungkapkan ada 11 komunitas pelaku pariwisata yang terlibat dalam aksi lingkungan itu untuk membantu membersihkan sampah sisa banjir.

Ia berharap aksi tersebut memberi inspirasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.

"Kami bantu membersihkan sampah khususnya menyasar titik yang belum tersentuh," ucapnya.

Sementara itu, Sungai Watch mencatat sejak aksi bersih sampah akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (10/9) hingga proses pemulihan pada Jumat (17/10) pihaknya telah mengumpulkan sekitar 25 ton sampah plastik di 21 titik pembersihan dan belum termasuk sampah berupa kayu dan bambu.

Sebelumnya, banjir besar melanda tujuh kabupaten/kota di Bali secara bersamaan yang menelan 18 orang korban meninggal dunia dan empat orang korban lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

 

Baca juga: Pemkot Denpasar apresiasi petugas DLHK dalam penanganan pasca-banjir

Baca juga: Bali belajar pencegahan dan pengelolaan banjir di DKI Jakarta

Baca juga: Pemprov Bali minta bantuan sistem peringatan banjir lewat DPR



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026