Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster merespons teguran Presiden Prabowo Subianto soal kondisi Bali yang kotor penuh sampah dengan menyatakan segera membentuk satuan tugas kebersihan pantai.
“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai, begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan,” kata Koster dalam rekaman yang diterima Antara di Denpasar, Senin.
Diketahui dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026, Presiden Prabowo menyoroti kondisi Bali, terutama pantai yang kotor akibat sampah dan meminta pemerintah daerah melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan.
Gubernur Koster menjelaskan persoalan yang terjadi setiap tahunnya, yaitu sampah di pantai merupakan sampah kiriman yang datang setiap musim hujan akhir tahun.
“Desember 2025, Januari dan awal Februari 2026, jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat, karena arusnya besar,” ucapnya.
Hanya saja, katanya, dalam mengatasi ini dibutuhkan waktu kira-kira 2 atau 3 jam untuk mobilisasi sampah sampai bersih.
Untuk itu, Pemprov Bali melihat langkah yang tepat menjawab teguran Presiden Prabowo adalah membentuk satuan tugas kebersihan, sehingga tidak perlu menunggu petugas biasa membersihkan dalam 2-3 jam.
Terkait arahan Presiden agar Pemprov Bali mengerahkan siswa SD hingga SMA untuk membersihkan pantai seminggu sekali, Koster melihat tidak hanya siswanya yang perlu disiapkan, yang terpenting juga alat pengangkut sampah.
Untuk alat berat, saat ini pemerintah daerah sudah memiliki dalam jumlah yang cukup, namun alat-alat tersebut tidak mungkin hanya digunakan di satu titik.
Sehingga, selain membentuk satuan tugas, Pemprov Bali bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung berencana menyiagakan armada pengangkut khusus di pantai.
“Dengan arahan Bapak Presiden tadi, kami akan segera kumpulkan Kadis Lingkungan Hidup, kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, TNI dan Polri. Begitu pulang kita akan membentuk satuan tugas langsung,” ucapnya.
Gubernur Bali menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah menaruh perhatian pada persoalan sampah yang terjadi di Pulau Dewata.
Menurutnya, Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026, merupakan wadah kolaborasi dan konsolidasi yang baik untuk seluruh penyelenggara pemerintahan di Indonesia.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo dalam taklimatnya menyampaikan informasi kondisi Bali yang kotor dan penuh sampah ia dapat dari sejumlah tokoh, menteri maupun jenderal di Korea Selatan.
Kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan dan berdampak pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyerap lapangan kerja utama.
Oleh karena itu, ia mendorong pemda menggerakkan siswa tingkat SD, SMP dan SMA agar terlibat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai.
Pemerintah pusat menyatakan siap memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026