Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan di tahun ini dirinya akan membagi pekerjaan dalam seminggu, yaitu sebagian untuk bekerja di kantor dan sebagian untuk blusukan atau turun ke daerah-daerah.
Koster di Denpasar, Minggu, mengatakan kebiasaan turun ke lapangan ini akan menjadi rutin setelah selama 2025 atau tahun pertama ia menjabat, pekerjaan-pekerjaan di ruang rapat sudah terselesaikan.
“Tahun 2026 ini kira-kira dari 7 hari, 5 hari duduk di Jayasabha (bekerja di kantor) dan 2 hari akan jalan-jalan ke keliling kabupaten/kota jadi sekali waktu menengok sawah, melihat jalan rusak, melihat air yang susah, melihat warga yang rumahnya tidak layak,” kata dia.
Orang nomor satu di Pemprov Bali itu mengatakan rutinitas ini akan mudah dijalankan mengingat program atau rancangan regulasi sebagai pondasi lima tahun kepemimpinannya sudah terbangun tahun lalu.
“Jadi kegiatannya macam-macam soal kerakyatan semua, sehingga turun ke masyarakat tidak akan mengganggu ritme pelaksanaan dari Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 karena yang berat-berat itu fokusnya sudah selesai, jadi lebih ringan saya,” ujarnya.
Kepada media, Gubernur Koster bercerita sepanjang 2025 lalu ia cukup sibuk sehingga banyak agenda harus ditunda seperti pertemuan dengan desa dan desa adat yang saat periode pertamanya rutin dilakukan.
Gantinya, ia banyak menghabiskan waktu di kantor, menyusun regulasi peraturan daerah dan membahas bersama legislatif, sehingga membutuhkan konsentrasi dengan mengurangi kegiatan di lapangan.
“Saya kadang-kadang tugaskan Pak Wagub Bali, nah sekarang sudah agak mending karena sejumlah peraturan daerah sudah disahkan, dan raperda yang akan masuk bulan Januari ini juga sudah hampir rampung, jadi kita sudah lebih nyaman,” kata dia.
Di tahun ini dengan rencana kerjanya, Gubernur Bali menginginkan rancangan haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan berjalan lancar, sehingga akan membuat Bali semakin maju dengan tata kelola yang benar.
Tahun ini sendiri, Koster mengatakan akan gencar dalam pembangunan infrastruktur, penataan pariwisata, penanganan sampah, dan kelangkaan air.
“Sesuai dengan substansi yang diatur dalam haluan pembangunan Bali 100 tahun ini, saya bayangkan kalau ini bisa berjalan maka Bali yang kita lihat ke depan itu adalah bali yang akan tumbuh, berkembang, kuat, berdaya saing mengikuti perkembangan dan dinamika lokal nasional global tapi juga tetap berakar pada budaya, tradisi, dan kearifan lokalnya,” tutur Koster.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026