Denpasar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyalurkan sejumlah bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan, dan Buleleng.

“Kami sudah memberikan bantuan logistik paket sembako, paket sandang seperti pakaian, paket kebersihan, matras, dan kompor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan bantuan itu dibagikan bertahap mengingat sejumlah titik terdampak aksesnya mengalami kerusakan.

Total ada 46 KK yang mendapat bantuan logistik setelah terdampak bencana alam.

Sembari proses penyaluran bantuan, BPBD Bali turut memimpin proses pembersihan lumpur dan mendata kerusakan rumah untuk selanjutnya dibantu rehabilitasi.

BPBD Bali mencatat hujan deras pada Kamis (15/1) sore kemarin memicu bencana alam di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Buleleng.

“Di Jembrana banjir di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, ketinggian genangan mencapai satu meter, 16 kepala keluarga (KK) terdampak, nihil mengungsi tapi BPBD kami sudah tangani,” ujarnya.

Selanjutnya di Kabupaten Tabanan terjadi tanah longsor di Banjar Anggasari Kelod, Desa Munduktemu yang mengakibatkan dua rumah rusak, dua KK atau tujuh orang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Bali menyebut tanah longsor juga telah menutupi jalanan desa, menimpa rumah warga, hingga membuat senderan jebol di SMP Negeri 4 Pupuan.

Selanjutnya di Kabupaten Buleleng, terjadi banjir di Desa Sepang, Busungbiu, dengan ketinggian air 50 cm dan debit air yang deras membuat senderan tembok di SMP Negeri 3 Sepang jebol, meski saat ini air sudah surut.

“Jalan jebol karena air sungai meluap juga di Jalan Raya Titab menuju SDN 4 Pucaksari Busungbiu, tanah longsor menutupi akses jalan di Desa Tista, pohon tumbang menutupi akses jalan di Desa Subuk, pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Lemukih, dan pohon tumbang di Desa Mengening,“ kata Gede Teja.

Meski sejumlah titik sudah berhasil ditangani dan didukung bantuan pokok, BPBD Bali meminta masyarakat tetap waspada bencana alam akibat cuaca ekstrem.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026