Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kedutaan Besar Republik Slovakia, membahas rencana peresmian Kantor Konsulat Republik Slovakia di Bali.

Koster dalam keterangan di Denpasar, Rabu, menyampaikan Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia Tomas Ferko mengundangnya hadir pada peresmian Senin, 2 Februari 2026 mendatang.

“Peresmian ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Slovakia, menandai penguatan hubungan diplomatik kedua negara di tingkat regional,” kata Gubernur Bali.

Selain membahas Kantor Konsulat Republik Slovakia yang akan ada pertama kalinya di Bali, Koster mengatakan pertemuan ini sekaligus perkenalan Pemprov Bali dengan Dubes Republik Slovakia untuk Indonesia.

Tomas Ferko hadir di Bali bersama Konsul Kehormatan Republik Slovakia untuk Indonesia yang membawahi wilayah Provinsi Bali. 

Gubernur Koster memanfaatkan momentum ini untuk dialog terbuka membahas langkah mempererat hubungan Bali dengan Republik Slovakia. 

“Percakapan difokuskan pada penjajakan peluang kerja sama bilateral, termasuk wacana pengembangan program sister city yang strategis untuk mempertemukan potensi Bali dengan wilayah-wilayah di Slovakia, baik di bidang budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata berkelanjutan,” ujar Koster.

Pertemuan itu juga membahas peluang kerja sama di sektor ketenagakerjaan, khususnya terkait pengadaan dan penempatan tenaga kerja migran Indonesia di Republik Slovakia.

Menurut orang nomor satu di Pemprov Bali itu, topik ini membuka harapan baru bagi masyarakat Bali dan Indonesia untuk memperoleh kesempatan kerja dan penghidupan yang layak di dunia internasional, namun dengan tetap mengedepankan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Sebagai upaya nyata promosi potensi daerah, Gubernur Bali turut memperkenalkan hasil produksi UKM dan UMKM Bali ke Dubes Tomas Ferko.

Ia juga mengenalkan sajian khas Bali yaitu arak Bali dicampur kopi Bali murni tanpa gula sebagai simbol persahabatan dan keterbukaan Bali dalam menyambut kerjasama lintas negara sekaligus memperkenalkan hasil petani lokal Bali ke mancanegara.

“Di balik tegukan arak dan kopi tanpa pemanis itu, tersirat pesan kuat tentang karakter Bali yang apa adanya, hangat, namun berprinsip sekaligus menjadi penanda bahwa kerja sama yang dibangun diharapkan berlandaskan kepercayaan, kesetaraan, dan saling menghormati,” ujarnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026