Jembrana, Bali (ANTARA) - Tim gabungan dari pemerintah kabupaten, TNI dan Polri bergotong royong membersihkan rumah korban banjir di Kabupaten Jembrana, Bali.
"Selain bantuan yang bersifat cepat seperti kebutuhan pokok, kami juga akan melakukan kajian untuk membuat sistem drainase agar wilayah ini tidak terus dilanda banjir," kata Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jumat.
Bupati Jembrana ikut bergotong-royong membersihkan rumah warga dari sisa material banjir di perkampungan Banjar Pasar di desa setempat.
Kehadiran bupati bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta aparat lainnya juga untuk memastikan kebutuhan dasar korban banjir terpenuhi.
Menurut dia, akibat banjir dari luapan sungai di dekat permukiman tersebut, banyak bahan pangan dan alat dapur warga yang rusak.
"Saya sudah perintahkan BPBD agar kebutuhan makanan bagi korban banjir menjadi prioritas. Masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Kami dari pemerintah memastikan kebutuhan pokok tercukupi," katanya.
Kawasan permukiman yang dikenal dengan Lapangan Bawah Desa Pekutatan itu memang sering menjadi langganan banjir, sehingga harus dicarikan solusi permanen agar tidak terus terjadi saat musim hujan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra menambahkan untuk tahap awal pihaknya menyalurkan 46 paket sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako).
Untuk kerusakan fisik akibat banjir, dia mencatat ada dua dapur, satu kamar mandi dan tembok pagar warga roboh.
"Terkait bantuan untuk perbaikan kami berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Kami akan klasifikasi kerusakannya untuk menentukan skema bantuannya," imbuhnya.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026