Jembrana, Bali (ANTARA) - Kepolisian Resor Jembrana, Bali mulai mempersiapkan Operasi Ketupat 2026 di Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi titik kumpul pemudik setiap Hari Raya Idul Fitri.

"Kami melakukan koordinasi dan perencanaan awal bersama institusi terkait karena Pelabuhan Gilimanuk menjadi sentra pemudik saat Hari Raya Idul Fitri. Pembahasan utama dalam rapat koordinasi ini mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pemudik yang menyeberang ke Jawa," kata Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati di Negara, Jembrana, Bali, Rabu.

Dia mengatakan saat rapat di Pelabuhan Gilimanuk juga dibahas teknis dan pengamanan karena Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang kemungkinan hampir bersamaan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.

Menurut dia, diperlukan langkah-langkah khusus agar arus mudik tetap berjalan tanpa mengganggu Hari Raya Nyepi yang melarang orang dan kendaraan di jalanan.

“Arus mudik Lebaran tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kesiapan awal dari seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan, agar kedua hari raya tersebut sama-sama berjalan lancar," katanya.

Kepada PT ASDP Indonesia Ferry pihaknya juga minta melakukan simulasi pengamanan bersama instansi terkait paling lambat tiga minggu sebelum Idul Fitri.

Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana Komisaris (Kompol) I Wayan Suastika mengatakan beberapa sarana pendukung utama seperti toliet portable, tenda bagi pemudik sepeda motor serta gerai tiket online juga harus dipersiapkan sejak awal.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk Didi Juliansyah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 16 hingga 18 Maret, dengan arus kendaraan mulai padat sejak tanggal 13 Maret.

“Kami akan menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan optimal. Apalagi arus mudik tahun ini bersamaan dengan Hari Raya Nyepi,” katanya.



Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026