Tabanan (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar generasi muda menjadikan semangat Puputan Margarana sebagai modal membangun bangsa.
Hal ini disampaikannya saat Peringatan Hari Puputan Margarana ke-79 di Taman Makam Pahlawan Margarana, di Tabanan, Kamis.
Menurut dia, semangat para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan harus terus diwariskan di tengah tantangan zaman.
“Peringatan tahun ini mengusung tema 'Mengobarkan Jiwa dan Semangat Puputan Margarana Menuju Bali Maju yang Bermartabat', tema tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur kepahlawanan harus menjadi pondasi,” kata dia.
Gubernur Bali menyampaikan modal semangat kepahlawanan tersebut digunakan untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Bali.
Generasi muda memiliki peran dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi bangsa.
Pemprov Bali sendiri menggunakan momentum historis Puputan Margarana sebagai pijakan penting dalam mewujudkan Bali yang damai, aman, dan bermartabat.
Untuk itu selain kepada generasi muda, Koster mengajak seluruh pihak bersinergi dan berkolaborasi mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru yang Pemprov Bali jalankan.
Puputan Margarana sendiri baginya merupakan salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan Bali.
“Pada 20 November 1946, Letnan I Gusti Ngurah Rai bersama 69 anggota pasukan Ciung Wanara gugur melawan agresi Belanda,” ucapnya.
Pertempuran tersebut kemudian menewaskan sekitar 400 serdadu Belanda dan menandai tekad pantang menyerah rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Puputan Margarana mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari keberanian, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang,” kata Wayan Koster.
Upacara peringatan Hari Puputan Margarana sendiri dipimpin oleh Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bali AKBP Mahfud Didik Wiratmoko dengan Gubernur Wayan Koster bertindak sebagai inspektur.
Peringatan diiringi dengan penyerahan Piala Bergilir Napak Tilas dari Gubernur Bali kepada Kabupaten Bangli sebagai juara pertama.
Peringatan juga diisi dengan prosesi peletakan dan tabur bunga, diiringi tabuh baleganjur serta kehadiran peed dari Desa Adat Klaci Marga.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026