Denpasar (ANTARA) - Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkatkan pengawasan mengantisipasi terjadinya penularan Virus Nipah melalui pintu keluar masuk Bali. 

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi.

Gede Eka, dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu, menyampaikan peningkatan pengawasan ini sehubungan dengan meningkatnya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri.

“Kami secara intensif juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar dalam hal pengawasan di lingkungan bandara,” ujarnya.

Selain pengawasan lewat koordinasi, pengelola Bandara juga berupaya mencegah masuknya pembawa virus dengan memaksimalkan thermal scanner di pintu kedatangan.

Terdapat dua unit thermal scanner di kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, dan satu unit yang disiagakan di terminal VIP.

“Jika ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala, maka akan ditindaklanjuti pihak BBKK dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar,” kata Gede Eka.

Bandara I Gusti Ngurah Rai mengeluarkan imbauan agar penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali terus menjaga kesehatan dan senantiasa memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama. 

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal Virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” kata dia.

Sepekan ini pergerakan penumpang internasional di bandara Bali Selatan itu cukup tinggi, dengan rata-rata sehari keluar masuk 35.358 penumpang.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan lainnya menyatakan virus Nipah dapat menyerang paru-paru dan otak. 

Adapun gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, dan koma, dengan tingkat kematian melampaui 40 persen di kalangan pasien terinfeksi.

Virus Nipah terutama ditularkan oleh kelelawar buah atau kalong, dengan penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026