Badung (ANTARA) - Bandara I Gusti Ngurah Rai memasang thermo scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya penumpang diduga terinfeksi super flu atau influenza A (H3N2) subclade K.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati di Kabupaten Badung, Senin, mengatakan alat pemindai suhu yang digunakan adalah fasilitas yang dimiliki sejak COVID-19 lalu.

Ini digunakan kembali karena menilai gejalanya sama, sehingga ketika ada pengguna bandara yang mengalami demam bisa segera dipisahkan untuk ditangani.

“Bandara I Gustu Ngurah Rai karena ini adalah pintu masuk internasional yang cukup besar penggunanya saya kira gejala yang kami pelajari dan kami dapatkan informasi kurang lebih mirip dengan orang flu hanya mungkin ada gejalanya sehingga mendeteksinya itu juga akan lebih terlihat ketika suhu badan tinggi,” kata Nugroho.

“Sehingga pemindai suhu tubuh yang kami siapkan pada masa pandemi COVID-19 lalu bisa kami gunakan dan kami pasang kembali sejak saat ini,” sambungnya.

Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai itu juga memastikan seluruh alat berfungsi normal dan telah terpasang dengan jumlah sekitar 25.

Untuk mengantisipasi masuknya super flu ke Bali via bandara, pemindai suhu tubuh dipasang di alur-alur utama jalur kedatangan maupun keberangkatan internasional dan domestik.

“Posisi sudah terpasang, semua beroperasi dalam keadaan baik dan informasi lebih lanjut tentunya dari Kementerian Kesehatan terkait bagaimana perkembangan dan penanganan tindak lanjutnya,” ujar Nugroho.

Saat ini sendiri, di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari belum ditemukan penumpang yang berpotensi membawa Super Flu.

Meski demikian Nugroho memastikan pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi selain dengan pemindaian suhu setiap penumpang juga menyiagakan personel dan perawatan apabila diperlukan.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026