Bali (ANTARA) - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan fenomena alam cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini harus disikapi dengan kesadaran dan kebijaksanaan bersama karena menjadi isyarat alam.
"Bagi masyarakat adat di Tabanan, kondisi tersebut bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan isyarat alam yang lazim hadir setiap memasuki Sasih Kaulu, fase penting menjelang pergantian Tahun Saka," kata Gede Sanjaya, Senin.
Menurutnya dalam penanggalan adat, Sasih Kaulu, dikenal memiliki karakter kuat secara sekala dan niskala.
Sejak dulu, masyarakat adat di Tabanan telah mengenali sasih ini sebagai masa peralihan alam, yang ditandai dengan cuaca ekstrem akibat menguatnya angin barat.
"Dampaknya pepohonan tumbang, laut bergelora hingga perubahan suhu yang drastis dipahami sebagai “bahasa alam” yang mengingatkan manusia agar lebih waspada dan mawas diri," imbuhnya.
Sehubungan dengan hal tersebut kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Tabanan memaknai Sasih Kaulu sebagai fase persiapan menjelang Hari Raya Nyepi.
Setelah Sasih Kaulu, umat Hindu akan memasuki Sasih Kasanga yang identik dengan rangkaian Bhuta Yadnya dan Tawur Kesanga.
"Alam seolah mengalami proses pembersihan lebih awal, sebelum manusia diajak memasuki keheningan, perenungan, dan penyelarasan diri pada Nyepi sebagai penanda Tahun Baru Saka, " ujar Bupati Tabanan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Tabanan.
“Nilai-nilai Tri Hita Karana mengajarkan bahwa keseimbangan alam adalah bagian dari kesejahteraan masyarakat. Fenomena ini menjadi pengingat agar kita tidak bersikap abai, melainkan terus menjaga keselarasan dengan alam,” imbuhnya.
Bupati Tabanan Gede Sanjaya juga mengajak masyarakat menjadikan Sasih Kaulu sebagai momentum refleksi bersama menjelang pergantian Tahun Saka.
“Menjelang Nyepi, mari kita persiapkan diri secara lahir dan batin. Tidak hanya melalui pelaksanaan ritual adat, tetapi juga dengan memperkuat perilaku hidup yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tambahnya.
Pewarta: Ardi Irawan/ Pande YudhaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026