Wakil Bupati Tabanan Made Dirga mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan.
“Cuaca ekstrem ini belum selesai. Kita perkirakan masih berlanjut hingga bulan Maret. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu menjaga keselamatan bersama agar masyarakat tidak resah,” ujarnya pada Kamis (22/1) di Tabanan.
Made Dirga menyampaikan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah dan warganya, khususnya terkait bangunan yang berada di area rawan bencana.
“Cuaca ekstrem ini belum selesai. Kita perkirakan masih berlanjut hingga bulan Maret. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu menjaga keselamatan bersama agar masyarakat tidak resah,” ujarnya pada Kamis (22/1) di Tabanan.
Made Dirga menyampaikan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah dan warganya, khususnya terkait bangunan yang berada di area rawan bencana.
Ia mengingatkan agar setiap potensi risiko segera dilaporkan apabila tidak dapat ditangani di tingkat desa.
“Kalau memang tidak bisa diatasi di desa, silahkan segera disampaikan ke camat atau ke pemerintah daerah. Pemerintah sudah menyiapkan perangkat teknis untuk menangani hal tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi salah satu penyebab banjir dan memperparah dampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi salah satu penyebab banjir dan memperparah dampak bencana.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.
Sementara itu, akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (21/1), mengakibatkan seorang ibu dan anak balitanya meninggal dunia.
Wabup menyampaikan pesan dari Bupati Tabanan, menyatakan pemerintah daerah bersinergi dengan TNI, Polri, PMI, masyarakat dan semua pihak, terus berupaya melaksanakan tanggung jawab menangani dampak bencana, termasuk tindak lanjut bagi para korban.
“Pasti akan dibantu. Jajaran teknis seperti Dinas PUPR dan BPBD sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi serta menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini,” imbuhnya.
“Pasti akan dibantu. Jajaran teknis seperti Dinas PUPR dan BPBD sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi serta menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini,” imbuhnya.
Pewarta: Pande YudhaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026