Tabanan (ANTARA) - Perum Bulog memfasilitasi petani di Kabupaten Tabanan asuransi parametrik untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian.

“Program Bulog peduli petani ini dilakukan di Tabanan yaitu sosialisasi dan uji coba asuransi akibat dampak perubahan iklim yang disebut asuransi parametrik, itu belum banyak dikenal di Indonesia,” kata Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto.

Sudarsono di Tabanan, Bali, Rabu, menyampaikan program ini juga diterapkan di Tanjung Jabung Timur, Indramayu, dan NTB, di mana fasilitasi awal ini Perum Bulog memberikan masing-masing sekitar Rp50 juta sebagai proyek percontohan.

Sebagai BUMN yang bertugas menjamin pasokan padi atau beras, langkah memberikan asuransi parametrik ini dinilai penting.

Produksi padi di Tabanan yang kini luas pertaniannya sekitar 19.000–23.000 hektare bisa terlindungi lewat sistem asuransi kombinasi antara asuransi konvensional yang selama ini sudah digunakan petani dan asuransi parametrik untuk dampak perubahan iklim.

Nantinya ketika kelompok petani terpilih bersama penyuluh dan penyedia polis sudah menentukan parameter maka asuransi akan berfungsi, misalnya ketika terjadi perubahan suhu atau curah hujan, petani tak sulit untuk mengklaim asuransi.

Perum Bulog melihat yang selama ini terjadi petani enggan mengurus asuransi konvensional karena pencairan sulit dan nilai tak seberapa.

Selain itu asuransi konvensional hanya bisa dimanfaatkan untuk banjir atau hama, sementara yang kerap merugikan petani juga adalah perubahan iklim.

Dengan kini kelompok petani percontohan Perum Bulog mendapat manfaat maksimal, maka semangat bertani diyakini akan meningkat.

Lebih jauh Sudarsono meyakini produksi pertanian di Kabupaten Tabanan akan maksimal, sehingga Bulog juga akan terjamin dalam penyediaan beras.

Atas sosialisasi dan fasilitasi ini, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengaku menyambut baik sebab selama ini petani Tabanan hanya menggunakan asuransi konvensional.

“Kami yakin pasti ini sudah dipikirkan oleh pemerintah pusat agar tidak tumpang tindih dia, karena parametrik ini fokus ke perubahan iklim dan parameternya jelas beda dengan asuransi sebelumnya,” kata dia.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026