Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengajak masyarakat bergabung dalam kegiatan penanaman pohon memperingati hari suci Tumpek Wariga atau hari pemuliaan terhadap tumbuhan.
“Kepada masyarakat diimbau ikut berpartisipasi dengan mendaftar, masyarakat dapat memilih lokasi kegiatan sesuai domisili atau daerah asal kota/kabupaten,” ucap Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Rabu.
Ia mengarahkan masyarakat mendaftar pada formulir yang disebarkan di media sosial Instagram Pemprov Bali, di mana rencananya pada Minggu (26/10) aksi penanaman pohon dan membersihkan sungai berlangsung serentak di seluruh kabupaten/kota.
Lokasi kegiatan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati.
Di Tukad Ayung sepanjang 71,79 km, melintasi Kabupaten Bangli, Gianyar, Badung, dan
Denpasar atau 25 desa, di Tukad Badung sepanjang 19,60 km, melintasi Badung dan Denpasar atau 15 desa/kelurahan, dan Tukad Mati sepanjang 22,41 km, melintasi Badung dan Denpasar atau 13 desa/kelurahan.
Di tingkat kabupaten, yaitu Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan, kegiatan dilaksanakan di wilayah DAS yang menjadi prioritas masing-masing kabupaten.
"Dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana,” ujar dia.
Hingga hari ini, data peserta yang mendaftar pada aksi penanaman pohon mencapai 20.453 orang dan aksi bersih-bersih sungai 27.189 orang, terdiri atas pegawai pemerintah daerah, aparat, pegawai di tingkat desa dan desa adat, pelajar, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum.
Namun, Gubernur Koster tetap mengajak masyarakat lainnya bergabung, sebab pemerintah sudah menyiapkan bibit pohon sekitar 34.047 pohon dengan luas tanam mencapai 314,08 ha.
Pohon yang akan ditanam, yakni tanaman upakara, sumber pangan, kesehatan, dan keseimbangan ekologis, antara lain jepun, jempiring, sandar, pucuk merah, cempaka, durian, alpukat, nangka, kelapa genjah, klengkeng, sukun, mangga, pule, cemara, badung, beringin, trembesi, mahoni, tabebuya, jati, ketapang kencana, ketapang laut, dan ketimus.
Koster menyampaikan aksi penanaman pohon dan membersihkan sungai selain memperingati Tumpek Wariga juga untuk mengantisipasi musim hujan yang puncaknya terjadi pada November 2025 hingga Februari 2026.
Ia mengakui penanaman pohon kali ini belum menjadikan tutupan pohon di sepanjang DAS tercukupi.
Namun, ia memastikan langkah ini menjadi awal untuk kegiatan rutin penanaman pohon setiap bulan.
Di samping tindakan nyata pemuliaan terhadap tumbuhan, Pemprov Bali merancang kegiatan persembahyangan Tumpek Wariga pada Sabtu (25/10), di mana akan dilaksanakan persembahyangan di Pura Pengubengan Besakih pada pagi hari.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026