Banda Aceh (ANTARA) - Manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) masih melakukan investigasi terhadap peristiwa terbakarnya dinding gudang dan transfer tower pabrik NPK setempat yang terjadi pada Jumat siang (29/8) sekitar pukul 15.05 WIB.
"PIM saat ini melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran," kata Sekretaris Perusahaan PT PIM, Muhammad Taufiq dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Jumat.
Selain investigasi, perusahaan juga mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Sebagai informasi, PT PIM merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea, amoniak, NPK dan polivit.
Muhammad Taufiq mengatakan, tim pemadam kebakaran PIM dan Pemko Lhokseumawe dapat memadamkan api sebelum api menyebar luas, sekitar pada pukul 15.59 WIB.
"Sehingga, tidak meluas ke dalam gudang dan tidak menimbulkan kerugian yang signifikan," ujarnya.
Dirinya memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, dan proses produksi di perusahaan tetap berjalan normal seperti biasanya.
Ia menambahkan, PT PIM berkomitmen untuk selalu menjaga keselamatan kerja dan keamanan fasilitas sesuai dengan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berlaku, semua ini juga sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
"Tidak ada gangguan terhadap
proses produksi maupun distribusi produk PIM,” demikian Muhammad Taufiq.
Baca juga: Gudang pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh Utara terbakar, api sudah bisa dikendalikan
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025