Banda Aceh (ANTARA) - Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh melaporkan sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh akhir November 2025 lalu. 

"Para pengungsi tersebut tersebar di 988 titik lokasi pengungsian di berbagai kabupaten/kota," kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Rabu.

Dirinya menyebutkan, para pengungsi terbanyak saat ini berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa.


Baca juga: APPSI petakan pasar terdampak bencana Aceh, dukung percepatan pemulihan

Selain itu, sejumlah pengungsi yang masih bertahan juga tercatat di Aceh Timur 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Kabupaten Pidie 137 jiwa.

Selain itu, Murthala juga memaparkan bahwa banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pemukiman warga. Sebanyak 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat, 1.942 unit hilang.

Ia menegaskan, pemerintah bersama unsur terkait saat ini terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.

Langkah ini dilakukan sembari menjalankan persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.

"Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak bisa kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang lebih layak,” demikian Murthalamuddin.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat usulkan dana rehab rekon bencana Rp1,28 T



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026