Aceh Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyatakan akses jalan menghubungkan kabupaten itu ke Kabupaten Gayo Lues melalui Peureulak-Lokop hampir pulih setelah terputus akibat banjir bandang.
Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Syahrizal Fauzi di Aceh Timur, Senin, mengatakan pemulihan kembali jalur tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan Lokop sejak akhir 2025.
"Akses jalan tersebut sempat diterjang dua kali banjir bandang. Lintasan tersebut merupakan penghubung vital antarwilayah di Provinsi Aceh dan kini kondisinya hampir pulih," katanya.
Ia menyebutkan penanganan darurat terus dikebut karena jalur tersebut, tidak hanya strategis bagi masyarakat Aceh Timur dan Gayo Lues, tetapi juga bagi konektivitas wilayah pedalaman Aceh.
Penanganan infrastruktur jalan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh secara bertahap, dimulai dari Kilometer 36 hingga Kilometer 103.
Sementara itu, batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada di kilometer 110, menyisakan sekitar 6,4 kilometer yang masih dalam proses penanganan, kata Syahrizal Fauzi.
"Targetnya, dalam waktu sekitar satu pekan, ke depan jalur ini sudah dapat berfungsi. Alat berat dan personel lapangan terus bekerja maksimal setiap hari," kata Syahrizal Fauzi.
Baca: Ribuan warga terdampak banjir susulan di Aceh Timur
Selain dari arah Kabupaten Aceh Timur, pemilihan akses juga dilakukan secara paralel dari sisi Kabupaten Gayo Lues. Kilometer 110 ditetapkan sebagai titik pertemuan pekerjaan, sehingga penyambungan jalur dapat dilakukan secara simultan dari dua arah.
Syahrizal Fauzi menjelaskan jalur Peureulak-Lokop sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.
Penanganan darurat sempat dilakukan selama sekitar 30 hari melalui pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat.
Namun, bencana kembali terjadi pada Senin (5/1) di kilometer 83, tepatnya di Gampong Lokop. Banjir bandang merusak jalur darurat yang telah dibangun dan kembali memutus akses transportasi serta distribusi logistik masyarakat.
"Meski sempat terputus lagi, penanganan lanjutan berhasil dilakukan dengan cepat. Dalam waktu kurang lebih lima hari, jalur darurat kembali dapat difungsikan," katanya.
Syahrizal Fauzi mengatakan uji fungsi jalur dilakukan pada Sabtu (10/1). Hasilnya, dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis truk.
Berfungsinya kembali jalur Lokop menjadi bagian penting dari fase transisi darurat menuju pemulihan. Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi terus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Meski masih bersifat darurat, jalur tersebut dinilai cukup mendukung mobilitas penduduk dan distribusi logistik. Ke depan, jalur ini akan ditangani secara permanen karena merupakan urat nadi penghubung kawasan strategis Aceh," kata Syahrizal Fauzi.
Baca: BPBD: Banjir susulan rendam lima Kecamatan di Aceh Timur
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026