Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari menyerahkan alat penjernih air atau water purifier kepada korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur.

Alat penjernih air tersebut diserahkan Muhammad Qodari saat mengunjungi warga terdampak bencana banjir di Dusun Karang Kuda, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Rabu.

Kunjungan kerja Muhammad Qodari untuk meninjau langsung kondisi warga pascabanjir serta menyerahkan bantuan peralatan pendukung pemulihan lingkungan permukiman.

Baca juga: Pemkab Aceh Timur siapkan pembangunan 1.046 huntara
 

Bantuan alat penjernih air atau water purifier untuk penyediaan air siap minum bagi warga terdampak. Alat tersebut berfungsi menyaring air dari sumber yang tersedia agar aman dikonsumsi, terutama di kondisi darurat ketika akses air minum terganggu akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.

"Kita menyampaikan dukungan bantuan untuk water purifier atau penyulingan air, yang menjadi kebutuhan pokok warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur," kata Muhammad Qodari.

Untuk memenuhi kebutuhan air, kata dia, sumber air yang terdekat berjarak 12 kilometer dari desa tersebut. Dengan adanya alat penjernih air tersebut, kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi.

"Insyah Allah, dengan alat ini, kebutuhan air bersih warga segera terpenuhi. Kapasitas produksi alat ini mencapai 3.000 liter per hari. Alhamdulillah, airnya bisa langsung diminum," katanya.

Muhammad Qodari mengatakan Kantor Staf Presiden (KSP) menyiapkan beberapa alat penjernih air atau water purifier untuk tempat-tempat yang paling membutuhkan. 

"Kami terima kasih kepada Pak Kapolda Aceh yang menyarankan water purifier ini, dan mendengarkan pernyataan dari Pak kepala dusun. Ternyata betul-betul yang diberikan ini memang relevan dengan situasi dan kondisi warga di sini," katanya.

Muhammad Qodari dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah dan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sudah mencoba meminum air dari hasil water purifier. 

"Enak rasanya, ada manis-manisnya, kayak iklan. Airnya sudah diperiksa secara aspek medis, aspek kesehatan, dan hasilnya baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh warga di sini," kata Muhammad Qodari. 

Baca juga: Akses Aceh Timur-Gayo Lues terputus akibat banjir hampir pulih
 

Selain itu, Muhammad Qodari dan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky juga membicarakan rencana pembangunan hunian sementara tetap untuk warga terdampak bencana, termasuk untuk warga Desa Bunin yang tergolong parah dampaknya. 

"Ada permasalahan lahan yang harus diselesaikan. Ada dengan swasta dan BUMN, tadi sudah dicatat. Akan kami sampaikan kepada pihak kementerian lembaga yang relevan, termasuk BUMN," katanya,

Muhammad Qodari juga akan menyampaikan masalah penanganan bencana di Kabupaten Aceh Timur pada rapat besar Satgas Penanganan Bencana Sumatra yang diagendakan pada Kamis (15/1). 

"Segera kami sampaikan secara langsung kepada Mendagri Tito yang ditunjuk Presiden sebagai memimpin satgas," kata Muhammad Qodari. 

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan terima kasih atas bantuan mesin penyulingan air siap minum yang diberikan Kantor Staf Presiden. 

"Terima kasih bantuannya, termasuk alat pembersih berupa pompa apung dan dapur umum yang disediakan Polri, agar cepat pulih kembali, khususnya Aceh Timur," kata Iskandar Usman Al-Farlaky. 

Kepala Dusun Karang Kuda Rizky Ariga juga menyampaikan terima kasih kepada Kastaf Kepresidenan Muhammad Qodari atas bantuan mesin untuk air minum tersebut. 

"Ini bermanfaat bagi kami warga di dusun ini yang terdampak bencana banjir. Selama ini, kami harus membeli air di lokasi berjarak 12 kilometer dari kampung ini untuk memenuhi kebutuhan air minum," kata Rizky Ariga. 

Baca juga: Pemkab: Sebanyak 69 rumah rusak akibat banjir susulan di Aceh Timur



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026