Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 100 keluarga korban banjir bandang akhir November 2025 di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, diusulkan masuk hunian sementara (huntara).
"Ada sebanyak 100 keluarga kami usulkan masuk huntara. Mereka yang diusulkan benar-benar membutuhkan tempat hunian pascabencana," kata Keuchik (kepala desa) Gampong Geunteng Usman yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Usman menyebutkan warga Gampong Geunteng yang terdampak bencana banjir bandang akibat meluapnya Krueng (sungai) Meureudu pada akhir November 2025 sebanyak 697 jiwa dari 220 keluarga.
Sedangkan warga yang mengungsi akibat banjir bandang tersebut sebanyak 553 jiwa dari 190 keluarga. Warga mengungsi di empat titik, di antaranya di meunasah setempat, kantor desa, dan tempat lainnya di sekitar desa.
"Sebagian warga yang sebelumnya sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga yang rumahnya masih tertimbun lumpur tetap bertahan di pengungsian," katanya.
Usman menyebutkan keluarga yang diusulkan masuk huntara tersebut merupakan korban yang membutuhkan seperti rumahnya rusak berat maupun masih tertimbun lumpur, sehingga belum dapat ditempati.
Selain huntara, kata dia, banyak juga warga yang memilih mengungsi di rumah saudara atau kerabat. Bagi warga yang mengungsi di rumah saudara atau kerabat mendapatkan dana tunggu hunian.
"Warga yang memilih mengungsi di rumah saudara atau kerabat sedang kami data. Kami menanyakan satu per satu tinggal di huntara atau menumpang di rumah saudara atau kerabat," kata Usman.
Terkait kondisi pengungsian, Usman menyebutkan sembako atau kebutuhan pokok para pengungsi di Gampong Geunteng semakin menipis. Persediaan kebutuhan pokok tersebut diperkirakan hingga sepekan ke depan.
"Kami berharap ada bantuan sembako kepada pengungsi di empat titik Gampong Geunteng. Persediaan sembako semakin menipis dan hanya bertahan hingga sepekan ke depan," kata Usman.
Gampong Geunteng termasuk wilayah parah terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Sebanyak 65 rumah rusak berat dengan kondisi tertimbun lumpur.
Sedangkan rumah rusak sedang sebanyak 46 unit dan rusak ringan sebanyak 47 unit. Kerusakan rumah warga tersebut semuanya tertimbun lumpur. Fasilitas umum yang rusak ada dua, yakni polindes dan lapangan voli desa.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026