Aceh Tamiang (ANTARA) - Prajurit TNI AD dari jajaran Korem 001/Lilawangsa membangun jembatan gantung dengan panjang sekitar 120 meter di atas Sungai Tamiang Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang yang putus diterjang banjir.
"Iya, ini sedang dibangun jembatan gantung di Desa Lubuk Sidup. Ada juga melibatkan sipil untuk teknis konstruksi," kata Komandan Korem (Danrem) 001/Lilawangsa, Kodam IM Kolonel Inf Ali Imran, di Aceh Tamiang, Senin.
Selain di Lubuk Sidup, kata dia, TNI-AD juga membangun jembatan gantung di pedalaman Desa Pantai Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur yang juga bernasib sama (putus). Kedua jembatan ini ditargetkan secepatnya rampung karena menjadi akses utama perekonomian warga.
"Target kami secepatnya siap, tapi karena ini pekerjaaan teknis sehingga membutuhkan waktu tidak bisa cepat-cepat. Progres saat ini masih tahap petapakan pondasi besi," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ali Imran juga meluruskan terkait isu kerusakan infrastruktur di wilayah pedalaman lamban dibangun, karena instansi terkait baik dari pusat maupun daerah masih fokus membenahi jalur utama.
"Jadi kalau ada pertanyaan kenapa kok lamban jembatan yang di pelosok belum dibangun, karena kita fokus yang utama dulu dibangun. Kalau jalur utama sudah jadi baru material bisa masuk ke dalam, kalau yang depan belum gimana material mau lewat," katanya.
Sementara itu, Datok Penghulu (Kepala Desa) Lubuk Sidup, Ibrahim mengatakan sudah beberapa hari prajurit TNI membangun jambatan gantung untuk menyambung kembali akses antar Kecamatan Sekerak dan Bandar Pusaka.
Menurutnya, setelah jembatan rangka baja Desa Aras Sembilan - Lubuk Sidup roboh dihantam banjir, warga dan pendatang terpaksa kembali menyeberangi sungai menggunakan boat berbayar.
"Kami bersyukur TNI membangun kembali akses penghubung antar desa dan kecamatan tetangga, sehingga warga bisa beraktivitas normal lagi. Pondasinya sudah berdiri, kami berharap pembangunan jembatan gantung ini diprioritaskan agar tidak ada warga yang merasa terisolir," kata Ibrahim.
Sebagai informasi, jembatan lama di sana menghubungkan Desa Aras Sembilan - Desa Lubuk Sidup, berdiri di jalan lintas provinsi, dibangun pada tahun 2008, dan mulai difungsikan 2010, hingga akhirnya roboh diterjang banjir.
Disisi lain, pada era 1990 an, pada jalur ini pernah tersedia sarana penyeberangan transportasi air getek/rakit mesin milik Dishub Aceh Tamiang yang dikelola pemerintahan desa setempat.
Pewarta: Dede HarisonEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026