Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mempertahankan realisasi komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan barang dan jasa pada proyek hulu migas hingga 68,71 persen atau melampaui target pemerintah (nasional) 2025 yang ditetapkan sebesar 59 persen.
"Ini menunjukkan tren yang positif terkait konsistensi industri hulu migas dalam memberdayakan kapasitas dalam negeri," kata Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, di Banda Aceh, Minggu.
Dirinya menyebutkan, realisasi komitmen TKDN gabungan pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas sebesar 68,71 persen. Artinya, mencapai 116,46 persen dari target minimum TKDN (59 persen) nasional yang telah ditetapkan, atau setara Rp390 miliar belanja barang dan jasa dalam negeri dari total nilai kontrak Rp570 miliar.
Edy menyampaikan, BPMA bersama seluruh KKKS memiliki komitmen mendukung industri lokal dalam negeri agar terlibat dalam kegiatan proyek hulu migas.
"Termasuk upaya kita mendorong tumbuhnya pengusaha baru di sektor penunjang hulu migas, sehingga dapat memperkuat kemandirian industri nasional," ujarnya.
Sementara itu, Kadiv Pengelolaan Aset dan Rantai Suplai BPMA, Iskandar Muda menyampaikan pihaknya optimis pencapaian realisasi komitmen TKDN hulu migas dapat melampaui target dengan outlook mencapai 64,55 persen hingga akhir 2025.
Karena itu, BPMA terus melakukan pengawasan terhadap seluruh KKKS untuk memastikan penggunaan barang dan jasa dalam negeri pada tahap perencanaan sebagaimana ketentuan pedoman tata kerja (PTK) BPMA.
"Kita melakukan monitoring terhadap capaian batasan minimal TKDN dalam daftar pengadaan dan pengawasan terhadap realisasi penggunaan barang/jasa produk dalam negeri," katanya.
Iskandar meminta, seluruh KKKS juga dapat mengawasi penggunaan barang dan jasa dalam negeri sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai, dan memastikan kewajiban dalam komitmen TKDN terpenuhi.
"Sehingga, TKDN bukan sekedar capaian target, namun komitmen yang harus dipenuhi dalam bentuk nyata melalui hasil realisasi TKDN," ujarnya.
Selain itu, dirinya juga meminta industri dalam negeri dapat mengoptimalkan fasilitas produksi dengan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitasnya, termasuk menjaga ketepatan waktu, dan menawarkan harga kompetitif guna meningkatkan efisiensi operasi hulu migas.
"Kita berharap produk dalam negeri semakin mampu bersaing di pasar global, dan terciptanya pergerakan peningkatan investasi dalam menciptakan pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional dengan kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi," demikian Iskandar.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026