Banda Aceh (ANTARA) - Danantara Indonesia bersama BP BUMN meninjau langsung progres pembangunan di lapangan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kualitas dan tenggat waktu yang ditetapkan.
"Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi," kata Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan Danantara Indonesia bersama BP BUMN dan sejumlah BUMN terus memacu percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Dony Oskaria yang juga Kepala BP BUMN terjun langsung meninjau progres pembangunan di lahan milik PTPN mengatakan proyek di Aceh Tamiang merupakan bagian dari target besar Danantara Indonesia dan BUMN untuk membangun total 15.000 unit huntara bagi warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hingga saat ini, ratusan unit huntara telah berhasil didirikan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya yang mengimplementasikan teknologi desain modular.
Baca: Gubernur Aceh berharap pembangunan huntara dipercepat
Penggunaan metode tersebut memungkinkan proses pengerjaan unit dilakukan dengan lebih cepat namun tetap menjamin kekokohan struktur bangunan.
Ia mengatakan kompleks hunian juga dirancang sebagai kawasan terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kamar mandi, dapur umum, dan musala guna mendukung aktivitas harian warga.
Keberlangsungan operasional di lokasi huntara turut didukung oleh sinergi berbagai perusahaan milik negara lainnya. Pasokan listrik dipastikan oleh PLN, sementara dukungan konektivitas disediakan oleh Telkom.
Di sisi lain, Himbara turut memberikan dukungan pendanaan strategis untuk memastikan seluruh fasilitas umum dan sosial dapat berfungsi optimal sehingga warga mendapatkan tempat tinggal transisi yang aman dan nyaman.
Baca: 1.000 pekerja dikerahkan bangun 600 unit Huntara untuk korban banjir di Aceh Tamiang
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026