Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tambahan BKO personel TNI/Polri hingga pengiriman siswa sekolah kedinasan untuk membantu membersihkan lumpur bisa banjir di sejumlah daerah terdampak di Aceh.

"Pertama adalah, yang perlu menurut saya, pembersihan lumpur dipercepat, baik yang ada di jalanan, seperti gang-gang, rumah-rumah, lorong-lorong, toko-toko," kata Tito Karnavian, di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera itu saat memimpin rapat dengan unsur Forkopimda Aceh serta Bupati/Wali Kota se Aceh, di ruang serbaguna kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

"Maka saya sudah usulkan ditambah BKO, baik Polri maupun TNI. Katanya tanggal 20 an (Januari), saya minta lebih cepat, sebelum Ramadhan selesai, Ramadhan kasihan, karena ini kerja fisik," ujarnya.

Kemudian, dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Tito juga menuturkan bahwa telah menyampaikan kepada Kapolri dan  Panglima TNI untuk mempercepat 
Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) TNI/Polri untuk dapat diturunkan ke lokasi bencana.

"Untuk akademi TNI AL, AU, Akmil, Polri bergabung seperti biasa. Tapi ini mau dikerjakan sekarang di situasi lapangan yang sebenarnya. Jadi kalau bisa lebih cepat," ujarnya.

Menurutnya, pembersihan lumpur ini memang mesti dikeroyok bersama, maka perlu tambahan kekuatan dari TNI/Polri, kemudian sekolah kedinasan (IPDN, BPS, perikanan, perhubungan dan lainnya), semua harus bergerak.

"Mobilisasi harus dilakukan, saya yakin sekali, daerah yang banyak lumpur itu akan segera bersih termasuk sampai ke rumah-rumah," katanya.

"Pembersihan lumpur banjir tersebut memang harus dipercepat, jalan-jalan relatif bagus, tapi pembersihan lumpur ini sangat penting sekali, baik di daratan maupun sungai," tegasnya.

Tito menegaskan, kekuatan yang sudah ada saat ini memang harus ditambah. Perihal ini juga telah disampaikan kepada Kapolri untuk menambah BKO 5.000 personel dari 1.000 orang sebelumnya.

Sebelumnya, Polri tidak bisa memenuhi BKO 5.000 personel karena sedang memerlukan kekuatan untuk pengamanan natal dan tahun baru (Nataru).

"Nah, sekarang mumpung Nataru sudah selesai, mumpung sebelum Ramadhan, kalau Ramadhan capek kerja, fisik ini, jadi harus digenjot di periode waktu ini. Saya minta Kapolri paling ngak 5.000, nanti daerahnya dimana kita lihat petanya," katanya.

Selain itu, lanjut Tito, dirinya juga telah meminta kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak untuk dapat menambah BKO 10.000 prajurit. Karena, jika hanya 1.000 saja tidak cukup.

"Kemudian, saya sampaikan kepada Pak Maruli, kira-kira bisa ngak 10.000, karena kalau cuman 1.000 saja tenggelam. Kami saja kirim 1.200 praja IPDN itu hanya fokus di dinas Aceh Tamiang. Kita belum lihat di Aceh Timur, Gayo Lues, nanti kita lihat," demikian Tito Karnavian.



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026