Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto berpesan kepada seluruh siswa di Sekolah Rakyat untuk menjaga harga diri, menghormati orang tua, serta menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras sejak dini.

"Anak-anak Sekolah Rakyat, murid-murid, anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung. Jangan kau malu, mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu," ujarnya, diikuti dalam jaringan Sekretariat Presiden di Jakarta.

Dalam agenda peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Presiden meminta para siswa untuk tidak pernah merasa rendah diri atau malu dengan latar belakang keluarga mereka.

Kepala Negara menyatakan bahwa pekerjaan orang tua sebagai buruh, petani, pemulung, maupun pekerja informal lainnya adalah pekerjaan mulia.

Presiden Prabowo juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa menghormati dan menyayangi orang tua. Ia bahkan mendorong anak-anak untuk menunjukkan bakti secara nyata, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan yang telah diberikan orang tua.

Dalam pernyataannya, Presiden secara tegas membandingkan kemuliaan kerja keras rakyat kecil dengan perilaku para pelaku korupsi.

Menurutnya, orang-orang yang mencari nafkah dengan jujur jauh lebih terhormat dibanding mereka yang berpendidikan tinggi namun mengkhianati bangsa dengan mencuri uang rakyat.

“Saya lebih hormat kepada pemulung dan tukang becak yang bekerja dengan keringat daripada orang-orang pintar tapi koruptor,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukanlah kesalahan orang tua, melainkan tantangan yang masih dihadapi negara dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Ia mengatakan bahwa pemerintah akan terus berjuang keras agar kekayaan negara dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

"Kalau orang tuamu belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat," katanya.

 



Pewarta: Andi Firdaus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026