Aceh Tamiang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun 44 unit rumah hunian sementara (Huntara) di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang untuk warga terdampak banjir.
"Di Kecamatan Tamiang Hulu ada 44 unit huntara dipusatkan di ibu kota kecamatan Pulau Tiga," kata Pengawas Proyek Rumah Huntara BNPB, Krisna di Aceh Tamiang, Rabu.
Krisna menjelaskan, progres pembangunan Huntara Pulau Tiga baru berjalan selama lima hari. Model Huntara BNPB di sana sedikit berbeda, dalam satu unit sepanjang 18 meter yang terdiri dari lima kopel/pintu.
Baca juga: Sebelum Ramadhan huntara di Nagan Raya ditargetkan tuntas
Kemudian, pada setiap kopel atau ruangan nya itu dilengkapi dapur, kamar mandi dan lantainya dicor semen.
"Posisi dapur dan kamar mandi ada di luar masing-masing ruangan. Iya, betul lantai cor kita," ujarnya.
Krisna sendiri ditugaskan mengawasi pembangunan proyek Huntara khusus di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu. Sementara untuk kecamatan lain ada penunjukkan petugas pengawas lainnya dari BNPB.
Kata dia, Huntara dibangun sesuai dengan jumlah pengungsi banjir di setiap desa. Data pengungsi diambil dari tingkat desa, dinaikan ke BPBD Aceh Tamiang dan diteruskan ke BNPB.
"Total jumlah pengungsi 221 KK, berasal dari enam desa di Kecamatan Tamiang Hulu yang akan menghuni 44 Huntara di Pulau Tiga ini," katanya.
Pihaknya menargetkan, pembangunan 44 unit rumah Huntara di Kecamatan Tamiang Hulu ini diperkirakan selesai hingga satu bulan kedepan jika tidak ada kendala mobilisasi material bangunannya.
"Untuk bahan materialnya sama dengan Huntara Danantara, menggunakan baja ringan untuk mempercepat proses pekerjaan. Atap memakai jenis galvalum, sedangkan dinding dari bahan kalsiboard," kata Krisna.
Sebelumnya, Pemkab Aceh Tamiang telah mengusulkan sekitar 8.155 unit Huntara yang tersebar di 14 titik lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan. Lokasi yang saat ini sudah rampung yakni di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru sebanyak 600 unit.
Baca juga: Pemkab Aceh Timur siapkan pembangunan 1.046 huntara
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026