Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas selama tahun 2026.
"Peningkatan kualitas dan daya saing SDM merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2027 yang digelar secara daring dan luring dari Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (30/1/2026).
Arya Wibawa menjelaskan SDM yang unggul tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal, kearifan tradisional, serta etika sosial yang menjadi jati diri Kota Denpasar.
Sejalan dengan itu, inovasi pelayanan publik berbasis budaya melalui transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan.
Transformasi digital bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bali yang adiluhung, seperti konsep Tri Hita Karana sebagai landasan harmonisasi antara manusia dengan tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Untuk itu, kata dia, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi layanan publik yang humanis dan berbudaya, sehingga Inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada kepuasan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan FKP ini melibatkan seluruh OPD, Perbekel/Lurah, hingga seluruh stakeholder kota, mengusung tema “Peningkatan Kualitas Daya
Saing SDM Serta Inovasi Pelayanan Publik yangBerbasis Budaya Melalui Transfromasi Digital Menuju Denpasar Maju”.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Denpasar membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan, saran, serta gagasan konstruktif demi terwujudnya pembangunan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.
Arya Wibawa juga berharap melalui forum konsultasi publik ini, terbangun kesamaan persepsi dan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan perencanaan pembangunan Kota Denpasar ke depan.
"Mari kita manfaatkan forum ini secara optimal, dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab, demi mewujudkan Denpasar Maju, yang unggul dalam kualitas SDM, inovatif dalam pelayanan publik, serta kokoh berlandaskan budaya dan kearifan lokal," katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Denpasar I Wayan Putra Sarjana dalam paparannya menjelaskan Forum Konsultasi Publik ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Dimana, pelaksanaan FKP ini bertujuan untuk memperoleh masukan, pandangan, dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.
Sehingga RKPD Kota Denpasar Tahun 2027 ini dapat benar-benar mewakili kebutuhan, harapan, dan tantangan yang ada di tengah masyarakat.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026