Denpasar (ANTARA) - PT. BIBU Panji Sakti, pemerkasa Bandara Internasional Bali Utara menggandeng perusahaan kendaraan listrik nasional PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) untuk menyiapkan mobilitas transportasi bandara yang berkelanjutan dan hijau.

CEO PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo di Denpasar, Senin menyatakan kedua pihak telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menandai komitmen kedua perusahaan terhadap transportasi ramah lingkungan dan pemberdayaan industri otomotif dalam negeri.

“Bandara Internasional Bali Utara kami rancang sebagai gerbang masa depan Indonesia hijau, berteknologi tinggi, dan hidup bersama masyarakat lokal,” ujar Erwanto.

Dia menjelaskan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara dirancang bukan hanya sebagai fasilitas transportasi, tetapi sebagai simbol integrasi teknologi tinggi, keberlanjutan lingkungan, dan kearifan budaya lokal.

Filosofi Tri Hita Karana yang menjadi spirit pembangunan Bandara tersebut tercermin dalam setiap aspek operasional, termasuk pemilihan armada kendaraan listrik yang ramah lingkungan untuk mobilitas internal kawasan bandara dan sekitarnya.

Karena itu, PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) digandeng untuk mendukung mobilitas berkelanjutan di berbagai sektor.

PT. MAB merupakan perusahaan otomotif pionir pengembangan dan produksi komersial kendaraan listrik di Indonesia, didirikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko dan berfokus pada inovasi kendaraan listrik yang mendukung mobilitas berkelanjutan di berbagai sektor.

Produk-produk MAB yang relevan untuk operasional Bandara Internasional Bali Utara mencakup E-bus, E-Van, E-Truck, dan E-Double Cabin.

Erwanto menyebutkan beragam produk ini bukan hanya memenuhi aspek zero emission, tetapi juga mendukung efisiensi dan pengalaman mobilitas lebih bersih sepanjang siklus hidup operasional bandara.

Ia menjelaskan kerja sama ini mencerminkan komitmen PT. BIBU untuk mewujudkan bandara hijau (green airport) yang berintegrasi dengan solusi mobilitas berkelanjutan.

Pemilihan kendaraan listrik MAB juga menunjukkan dukungan nyata terhadap karya anak bangsa dalam industri strategis otomotif, memperkuat nilai tambah teknologi nasional dalam proyek infrastruktur besar.

“Bagi PT BIBU, kendaraan listrik bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari ekosistem bandara masa depan yang hijau, efisien, berteknologi, dan berpihak pada karya anak bangsa,” ujar Erwanto.

Armada kendaraan listrik yang dibeli akan dioperasikan oleh PT. BIBU Aero Abipraya, anak usaha PT. BIBU Panji Sakti di bawah pimpinan AA Ngurah Ugrasena, yang menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus Penglingsir dari Puri Agung Buleleng. Perusahaan ini bertanggung jawab atas manajemen operasional transportasi internal kawasan bandara dan pengembangan sistem mobilitas terpadu di aerotropolis.

“Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan kendaraan listrik di Bandara Internasional Bali Utara, tetapi juga menunjukkan sinergi kuat antara pengembangan infrastruktur berkelanjutan dan inovasi transportasi hijau,” ujar AA Ngurah Ugrasena.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Mobil Anak Bangsa Kelik Irwantono mengungkap produk kendaraan listrik MAB yang akan dioperasikan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat, memperkuat kontribusi industri nasional terhadap kebutuhan mobilitas modern.

Ini sejalan dengan kebijakan pengembangan kendaraan listrik nasional yang mendukung nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja lokal.

“Saya bangga bahwa produk MAB terpilih untuk mendukung sebuah proyek nasional berskala besar seperti Bandara Internasional Bali Utara. Ini bukan sekadar pengadaan kendaraan, tetapi bagian dari perjalanan kita menuju Indonesia yang lebih bersih dan berdaya saing,” ujar Irwantono.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026