Denpasar (ANTARA) - PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan yang andal di Bali untuk menopang Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Dalam keterangannya di Denpasar, Jumat, Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Marsekal Muda (Purn) Gita Amperiawa saat menerima kunjungan dari jajaran PT. BIBU Panji Sakti, Pemerkasa Bandara Internasional Bali Utara serta para Penglingsir Puri se-Bali menjelaskan mulai awal tahun 2026 mendatang, pihaknya bekerja sama dengan beberapa Universitas di Bali untuk menyiapkan SDM yang unggul salah satunya menyambut Bandara baru di Bali Utara.
“Kami ingin agar SDM asal Bali menjadi pelopor dalam industri aviasi Nusantara. Moto kami: Dari Bali Utara, untuk Nusantara, bersama Dirgantara,” ujar Gita.
Sebagai langkah konkret, PTDI telah menemui enam rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali untuk menjalin kerja sama dalam pembentukan kurikulum dan pelatihan SDM di sektor aviasi.
Dalam pertemuan tersebut disepakati akan dilakukan penyesuaian kurikulum di beberapa program studi agar mahasiswa di Bali memiliki peluang langsung masuk ke pasar kerja industri aviasi nasional.
Menurut dia, industri penerbangan adalah industri yang sangat menuntut presisi, disiplin, dan keterampilan tinggi. Karena itu, pendidikan untuk menunjang industri tersebut tidak boleh dianggap biasa saja.
“Bayangkan, seorang sarjana lulusan S1 masih harus menempuh sekitar 800 jam pelajaran tambahan untuk bisa masuk ke industri ini hanya 70 jam teori, sisanya 730 jam adalah praktik," katanya.
Gita Amperiawan menjelaskan keberadaan Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi trigger pertumbuhan industri penerbangan nasional secara signifikan.
Menurutnya, bandara di Bali Utara akan membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian tengah dan timur - wilayah yang selama ini menunggu pemerataan infrastruktur transportasi udara.
“Kehadiran Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi pemicu kebangkitan industri penerbangan Indonesia. Karena itu, PTDI berkomitmen tidak hanya dalam aspek teknologi dan manufaktur, tetapi juga dalam penyiapan sumber daya manusia yang unggul di bidang dirgantara,” ujar Gita Amperiawan.
Sementara itu, CEO PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Admiko Hariwibowo mengatakan pertemuan dengan PT. Dirgantara Indonesia terkait bagaimana proyek Bandara Internasional Bali Utara bukan semata proyek fisik, melainkan gerakan besar untuk membangkitkan pemerataan ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan nasional.
“BIBU adalah proyek dengan jiwa. Ia lahir dari kebutuhan akan keseimbangan pembangunan, tetapi tumbuh dengan semangat kebangsaan,” kata Erwanto.
PT. BIBU Panji Sakti menyebutkan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, yang akan dibangun di kawasan Kubutambahan, Buleleng, berlandaskan pada kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana.
Erwanto menyebutkan Bandara Bali Utara dibangun dengan mengusung konsep modern, futuristik, dan berteknologi tinggi, namun tetap berpijak pada identitas Bali.
“Langit dan bumi Nusantara harus bersatu. Dari Bali Utara, kita buktikan bahwa warisan leluhur dan inovasi teknologi bisa berjalan beriringan demi Indonesia yang lebih maju,” pungkas Erwanto.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026