Denpasar (ANTARA) - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menemui Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) RI Prof. Asnawi Abdullah di Jakarta, Rabu guna mempertajam intervensi penanganan stunting di Kota Denpasar.

Jaya Negara menjelaskan konsultasi angka stunting Survei Satus Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kota Denpasar di BKPK RI itu sebagai langkah untuk memastikan kesamaan data antara pusat dan daerah guna mendukung upaya intervensi berkelanjutan untuk menekan angka stunting di Kota Denpasar.

“Komitmen seperti ini kami jalankan terutama saat kami mendapati data angka stunting Kota Denpasar mengalami kenaikan," katanya.

Di Kota Denpasar, kata Jaya Negara setelah mengetahui data stunting mengalami kenaikan, pihaknya langsung mengambil langkah dengan melaksanakan Posyandu Paripurna serentak di Kota Denpasar dengan sasaran 22.000 balita atau sekitar 98,1 persen.

Dia menjelaskan tujuan audiensi ini guna mengetahui berbagai hal terkait data angka stunting di Kota Denpasar yang dirilis pemerintah pusat sehingga target RPJMD Kota Denpasar di tahun 2026 mendatang dapat tercapai.

Terlebih, Pemkot Denpasar telah melakukan berbagai langkah strategis di 2025 dan sebelumnya di tahun 2024 , terutama juga saat angka stunting Denpasar sempat mengalami kenaikan.

Sebagai upaya penanganan stunting, Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan berbagai upaya strategis. Mulai dari Posyandu Paripurna Serentak, Pemberian Makanan Tambahan (PMP) pada Balita kurang gizi dan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).

“Kita ingin belajar apa ada yang belum maksimal kami kerjakan terkait penanganan stunting. Apapun arahan yang terbaik kami akan kerjakan dan mengevaluasi kinerja kami sebelumnya,“ ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala BKPK RI Prof. Asnawi Abdullah mengatakan pertemuan hari ini sebagai forum diskusi terkait penanganan stunting di Kota Denpasar.

Sejumlah variable yang berkontribusi signifikan terhadap penurunan stunting terus dicermati sehingga penanganan stunting di Kota Denpasar menjadi lebih tepat sasaran.

Pemerintah Pusat siap mendukung intervensi penanganan stunting di Kota Denpasar.

Salah satunya adalah fasilitasi terutama terkait penunjukan tim ahli penanganan stunting di Kota Denpasar.

“Tujuan kita di sini juga mengupayakan mencari strategi lain terkait penanganan stunting di Kota Denpasar melalui desain dan intervensi baru guna mencari mana yang terbaik menghasilkan penanganan stunting yang tepat dan mungkin saja menjalankan program yang belum dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar,“ ujar Abdullah.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Denpasar didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar AA Ayu Agung Candrawati.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026