Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta memastikan gunung sampah di TPA Suwung akan habis secara bertahap setelah teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) berjalan.

“Sudah pasti sampah open dumping itu (di TPA Suwung) saya jamin itu akan habis,” kata Giri Prasta di Denpasar, Selasa.

Wagub Giri menjelaskan nantinya setiap hari Pemkot Denpasar dan Badung wajib menyiapkan sampah sekitar 1.000 ton untuk diolah menjadi energi listrik.

Namun ketika langkah masyarakat mengelola sampah di hulu melalui pemilahan sampah dan teba moderen berhasil, target pemenuhan volume sampah diragukan.

Giri menjelaskan, ketika sampah harian untuk diolah kurang, disana lah proses pengambilan sampah dari TPA Suwung dilakukan, sehingga perlahan sampah TPA berkurang.

“Katakanlah kemampuan Badung dan Denpasar ini 1,3 ton per hari, kebutuhannya adalah 1,5 ton, maka kita akan ambilkan di open dumping yang ada sekarang ini dan pemulung di sana bisa difungsikan, bisa mempekerjakan mereka juga (di PSEL),” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tak berhenti menggencarkan langka pemilahan di hulu, sebab melalui teba moderen akan menghasilkan pupuk organik dan pemilahan menghasilkan nilai ekonomi pada produk sampah yang dapat didaur ulang.

Pemprov Bali menilai teknologi PSEL merupakan jawaban terbaik dari masalah darurat sampah di Bali, dan jika beroperasi maka masalah sampah selesai, sekaligus TPA Suwung dapat diubah menjadi kawasan hijau di Kota Denpasar milik Pemprov Bali.

Dari perbincangannya dengan Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, dan BPI Danantara, ditetapkan bahwa proyek PSEL akan dimulai pada 2026 dan rampung 2027.

Pemprov Bali belum dapat memastikan penutupan TPA Suwung sepenuhnya, hingga saat ini yang sudah berlaku hanya pembatasan terhadap sampah organik.

Selain menyelesaikan masalah sampah di TPA Suwung, Giri Prasta mengatakan ketika kabupaten lain mengalami persoalan sampah yang serupa juga dapat dibantu dengan menyalurkan sampah ke PSEL yang rencana akan dibangun di kawasan PT Pelindo Denpasar.

“Kami sudah punya prinsip di Bali ini satu pulau, satu tata kelola, dan satu komando, misalnya di Gianyar terlalu jauh kasihan kalau bawa sampah pakai truk sehingga kita ambil sampah dengan mobil box yang moderen sehingga betul-betul tidak ada bau di jalan,” kata dia.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026