Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat di daerahnya, agar tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca terkini.
“Jangan abaikan peringatan BMKG, kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya (banjir bandang,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil di Meulaboh, saat memimpin rapat bersama unsur Forkompimda, FKUB, ulama dan jajaran pemerintah di ruang rapat kantor bupati.
Tarmizi meminta kepada seluruh jajaran pemerintah di Aceh Barat agar segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara massif, guna memberi edukasi bencana kepada masyarakat terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan dari peringatan yang disampaikan.
“Ingatkan masyarakat agar waspada,” katanya menambahkan.
Tarmizi menegaskan peringatan dari BMKG merupakan sesuatu yang penting dan tidak boleh diabaikan, karena hal tersebut menyangkut dengan fenomena cuaca, sehingga masyarakat semua pihak harus diberikan edukasi dan pemahaman jika imbauan tersebut sifatnya berpotensi terjadi bencana alam.
Baca: Ini imbauan BMKG di daerah pantai barat selatan Aceh
Dia menuturkan, sebetulnya BMKG telah memberi imbauan dan informasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait, sebelum bencana alam banjir bandang terjadi di sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera pada Rabu, 26 November 2025 lalu yang memperingatkan bahaya siklus bibit siklon.
Namun, akibat minim nya pemahaman masyarakat dan para pihak terhadap bahaya bibit siklon, banyak pihak mengabaikan peringatan tersebut sehingga ketika hujan lebat terjadi, telah menyebabkan bencana alam di permukiman masyarakat dan menelan korban jiwa.
Tarmizi mencontohkan, beberapa hari lalu khususnya di wilayah pantai timur utara Aceh juga dilanda banjir susulan, setelah BMKG memprakirakan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Termasuk di Aceh Barat, kata dia, jika dua jam saja hujan deras maka aliran sungai di daerah ini sudah meluap sehingga menyebabkan tergenangnya permukiman masyarakat.
Ia juga menyebutkan, apabila pemerintah pusat tidak melakukan pembangunan tanggul sungai di Aceh Barat, maka dikhawatirkan akan memperparah bencana banjir di daerahnya.
“Pengalaman bencana kemarin sudah mengajarkan kita agar mewaspadai bencana alam, kita jangan abai dengan peringatan BMKG. Segera edukasi masyarakat apabila ada informasi penting terkait kebencanaan,” kata Tarmizi.
Baca: BMKG: Aceh alami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang 2025
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026