Aceh Tamiang (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyatakan aktivitas pasar tradisional di Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang mulai berjalan paralel dengan upaya pembersihan yang terus dilakukan bersama pascabencana.
"Hari ini kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan," kata Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, di Aceh Tamiang, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Budi Santoso saat meninjau langsung proses pemulihan pasar tradisional Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang di masa pemulihan setelah bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Mendag RI didampingi jajaran dan pejabat daerah setempat meninjau pasar terbesar yang menjadi pusat perdagangan masyarakat Aceh Tamiang ini berlangsung pada Jumat (9/1) siang.
Pasar tradisional Kota Kuala Simpang yang berdiri sejak 1982 ini dipilih karena menampung sebanyak 295 pedagang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Budi menyatakan, Kemendag terus fokus pada pemulihan pasar-pasar terdampak untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat pascabencana.
Ia melihat, perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali. Sekitar 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas dan ia pun memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah terdampak bencana terus terjaga.
"Pasar Kuala Simpang merupakan salah satu pasar rakyat yang terdampak bencana banjir pada 27 November 2025. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar dari puing dan lumpur sisa banjir," ujarnya.
Sebelumnya, ungkap Budi, melalui program Kemendag Peduli pada 31 Desember 2025 juga telah menyerahkan bantuan berupa 100 unit tenda lapak jualan kepada para pedagang untuk mendukung percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang.
"Program Kemendag Peduli juga telah mengirim bantuan di masa pemulihan ke wilayah terdampak bencana Sumatera yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatera Barat, hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha dan masyarakat umum," katanya.
Sejauh ini, lanjut dia, Kemendag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor dan asosiasi pelaku usaha untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah terdampak bencana tersebut lancar dan tersedia.
"Hingga saat ini, stok bapok seperti daging ayam, telur, cabai keriting dan cabai rawit terpantau terkendali karena mendapat pasokan dari Takengon, Aceh dan Medan, Sumut," pungkas Budi.
Pewarta: Dede HarisonEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026