Simeulue (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh menyatakan siap menyerap dan menampung gabah petani di Pulau Simeulue yang saat ini memasuki masa musim panen.
Kepala Kantor Bulog Cabang Meulaboh Momon di Simeulue, Sabtu, mengatakan gabah kering hasil panen petani akan dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
"Sama seperti tahun lalu, Bulog siap menampung gabah dari petani di Pulau Simeulue, untuk harga masih seperti tahun lalu Rp 6.500 per kilogram" kata Momon.
Momon mengatakan gabah yang dibeli dari petani kepulauan di Samudra Hindia itu dikirim ke daratan Aceh untuk di penggilingan hingga menjadi beras.
"Kami memastikan penyerapan gabah dari petani di Pulau Simeulue ini dilakukan hingga panen selesai. Kami berharap petani di Pulau Simeulue ini menghasilkan panen memuaskan," kata Momon.
Rita Diana, petani di Kecamatan Teupah Selatan, Simeuleu menilai kehadiran Bulog menyerap gabah petani merupakan kabar baik, sebab petani bisa memperoleh pendapatan dengan menjual gabahnya.
"Kami berharap pembelian gabah petani oleh Bulog ini terus berlanjut dan dipertahankan, sehingga diharapkan taraf ekonomi petani di Kabupaten Simeulue jauh lebih baik," kata Rita.
Menurut dia, penyerapan gabah menjadi upaya untuk menjaga ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga ditingkat petani. Dengan harga yang stabil, kesejahteraan petani bisa dapat meningkat.
"Kepada pemerintah, kami juga berharap agar mendorong pengembangan dan distribusi varietas padi unggul yang tahan terhadap kekeringan dan faktor alam lainnya sehingga hasil panen petani bisa lebih baik setiap tahunnya," katanya.
Selain itu, Rita Diana mengatakan petani juga perlu mendapatkan dukungan berupa subsidi tepat waktu seperti pupuk, benih, dan alsintan modern. Serta kebijakan berbasis data yang akurat harus menjadi landasan utama dalam perencanaan produksi beras.
"Bagi kami, yang paling penting subsidi pupuk dan benih, serta sarana dan prasarana produksi maupun kebutuhan pertanian lainnya untuk meningkatkan produktivitas," kata Rita Diana.
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026