Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh menyatakan dua sekolah terdampak banjir di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, yang masuk wilayah hukum Polres Lhokseumawe kembali beraktivitas usai dibersihkan personel Polri.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Selasa, mengatakan dua sekolah tersebut yakni SD Negeri 8 Muara Batu dan taman kanak-kanak (TK) di Desa Cot Seurani.
"Setelah pembersihan secara intensif selama dua hari berturut-turut oleh personel Polres Lhokseumawe yang dibantu BKO Brimob Polda Kaltim, kedua sekolah tersebut kini sudah dapat digunakan kembali," katanya.
Perwira menengah Polda Aceh itu menjelaskan pembersihan dilakukan untuk mengangkat lumpur dan material banjir yang menggenangi ruang kelas, halaman, serta fasilitas sekolah lainnya.
"Kehadiran Polri di lokasi merupakan bentuk dukungan terhadap kelancaran proses pendidikan agar dapat kembali berjalan aman dan nyaman seperti sediakala, sehingga anak-anak bisa mengikuti proses belajar mengajar pascabencana," katanya.
Pembersihan dua sekolah terdampak banjir tersebut dipimpin Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan serta diikuti para pejabat utama (PJU) Polres Lhokseumawe, serta melibatkan para guru kedua sekolah tersebut.
"Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sekolah dan memberikan semangat bagi para siswa dan tenaga pendidik pascabanjir," kata Joko Krisdiyanto.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meringankan beban dan mempercepat pemulihan pendidikan yang terdampak bencana secara berkelanjutan.
"Polda Aceh berkomitmen untuk terus hadir membantu pemulihan pendidikan pascabencana. Dan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat," kata Joko Krisdiyanto.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026