Banda Aceh (ANTARA) - Masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya berharap agar rumah mereka yang tertimbun lumpur akibat banjir dapat segera dibersihkan.

"Saat ini yang warga butuhkan adalah pembersihan rumah, karena jika hanya mengandalkan tenaga masing-masing pemilik rumah tidak sanggup," kata Keuchik/Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin di Pidie Jaya, Jumat.

Ia menjelaskan, kondisi gampong/desa yang dipimpinnya tersebut rumah warga masih tertimbun lumpur dengan ketinggian bervariasi.

"Saat ini berbagai pihak juga sedang melakukan pembersihan jalan yang tidak dapat diakses karena tertimbun lumpur. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk pembersihan jalan," katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 435 jiwa penduduk yang menetap di gampong tersebut mengungsi karena rumah mereka tertimbun lumpur.

Baca: Terdampak bencana, 120 sekolah di Pidie Jaya mulai laksanakan KBM

"Warga malam hari mengungsi ke Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya dan pada pagi hingga sore pulang ke kampung untuk melihat apa yang bisa dikerjakan," katanya.

Pihaknya saat ini sangat berharap agar lumpur yang ada di perkarangan rumah dapat di kerok dan diangkut menggunakan alat berat sehingga warga dapat membersihkan lumpur dalam rumah.

"Kami juga berharap ada bantuan cangkul, sekop dan gerobak tangan agar masyarakat dapat membersihkan rumah dan berharap akan ada relawan yang ikut membantu nantinya," katanya.

Ia menambahkan pembersihan rumah tersebut dapat segera dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadhan.

"Kami berharap saat Ramadhan tiba dapat tinggal di rumah walau dalam keadaan keterbatasan," katanya.

Baca: Terdampak bencana, 120 sekolah di Pidie Jaya mulai laksanakan KBM

Hal senada juga disampaikan Rohana Warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Mereka sangat berharap agar lumpur yang menutup halaman rumah dapat segera dikeruk.

"Kami sangat berharap lumpur dikeruk, karena jika tidak dikeruk dan diangkut saat rumah kami bersihkan air akan masuk ke dalam rumah," katanya.

Ia bersama sang suami secara perlahan-lahan membersihkan lumpur yang menimbun dalam rumahnya sekitar 1,5 meter, namun saat hujan, air masuk ke rumah karena posisi tanah di luar rumah lebih tinggi.

"Kalau untuk membayar orang kami tidak sanggup karena tidak ada uang. Semua yang ada di rumah tidak bisa kami gunakan lagi," katanya.

Pihaknya berharap agar ada tambahan alat berat untuk membersihkan rumah-rumah di daerah yang paling parah tertimbun lumpur banjir bandang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban bencana Pidie Jaya berharap percepatan pembersihan rumah

Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026