Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk membersihkan material lumpur dan kayu gelondongan yang menimbun sejumlah fasilitas sekolah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Pemerintah Aceh mengerahkan lima unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan yang masuk ke area sekolah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Senin.
M Nasir mengatakan, langkah ini diambil agar sisa material banjir tidak menghambat proses belajar mengajar terlalu lama. Apalagi, pembersihan material berat memerlukan penanganan khusus supaya bangunan tetap layak digunakan.
Ia menjelaskan, tim di lapangan menerapkan strategi pembersihan bertahap dengan fokusnya memastikan bagian dalam bangunan bersih sebelum kemudian berlanjut ke area luar sekolah.
“Target pertama kami adalah membersihkan kelas-kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruangan lainnya. Langkah yang dilakukan adalah mendorong lumpur keluar dari ruangan menuju halaman. Setelah itu, baru kami bersihkan bagian luar sebagai tahap finishing,” ujarnya.
Selain dukungan alat berat, aksi pemulihan ini juga diperkuat oleh kehadiran 4.000 relawan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah Aceh yang dikerahkan sejak pekan lalu.
Mereka, bekerja secara manual menggunakan cangkul, sekop, dan pendorong air untuk menjangkau sudut-sudut ruangan yang tidak bisa diakses alat berat.
M Nasir menambahkan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengapresiasi atas kolaborasi antara teknologi alat berat dan tenaga manusia di lapangan yang telah bahu mambahu turun ke lokasi bencana.
"Kerja keras ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan anak-anak kita bisa kembali bersekolah dengan nyaman," demikian M Nasir.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026