Banda Aceh (ANTARA) - Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) dan kaku pada otot mendominasi keluhan korban banjir yang memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko Pertamina Peduli di komplek Masjid At Taqwa, Kecamatan Meuruedu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

"Keluhan tersebut disebabkan oleh lingkungan yang masih berada di pengungsian dan debu," kata Tim Kesehatan Pertamina Peduli, dr Irhas di Gampong Meunasah Balek, Pidie Jaya, Kamis.

Ia menjelaskan Posko Kesehatan yang didirikan Pertamina Patra Niaga melalui Pertamina Peduli merupakan bagian untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada korban bencana banjir dan longsor.

Ia menyebutkan sejak awal didirikan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan mencapai 60 orang per hari.

"Keluhan rata-rata Ispa, penyakit kulit, hipertensi dan gatal-gatal," katanya.

Baca: Polri datangi rumah warga terdampak bencana beri layanan kesehatan

Pihaknya dalam kesempatan tersebut tidak hanya memberikan obat kepada warga, tapi juga ikut memberikan edukasi hidup sehat agar terhindar dari penyakit.

"Saat ini jumlah pasien mulai berkurang seiring masyarakat mulai melaksanakan aktivitas membersihkan rumah dan anak-anak pergi sekolah," katanya.

Adapun untuk keluhan anak-anak adalah gatal-gatal atau tinea pedis yang disebabkan baju lembab.

"Kami siap memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat yang mengakses layanan kesehatan Pertamina Peduli," katanya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui program Pertamina Peduli mendirikan dua posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh dan Posko Kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pertamina untuk memastikan keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat pascabencana.

Baca: Pertamina buka Posko kesehatan di Pidie Jaya



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026