Banda Aceh (ANTARA) - Anak-anak korban banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya khususnya TK Al-Bayyan, Meunasah Kreueng Baroe, Manyang Cut, Kecamata Meureude masih banyak trauma saat hujan tiba kata kepala sekolah setempat.
"Alhamdulillah aktivitas sekolah telah dimulai sejak (5/1) dengan belajar di tenda darurat, namun banyak di antara mereka Anak-anak kalau hujan tiba mereka merasa takut akan terjadi banjir kembali," kata Kepala Sekolah TK Al-Bayyan, Herawati di Meureudu, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela kegiatan belajar mengajar di tenda darurat yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga di komplek sekolah yang tertimbun lumpur setinggi dua sampai 3 meter akibat banjir bandang melanda daerah itu.
Ia menjelaskan total siswa di sekolah tersebut sebanyak 31 siswa dan yang sekolah 10 sampai 15 anak, sementara sisanya masih trauma dan kadang tidak mau jauh dari orang tua.
"Kami menyadari bencana yang melanda pada 26 November 2025 masih membekas bagi mereka," katanya.
Ia mengatakan dalam mengembalikan semangat dan menghilangkan rasa trauma, TK Al Bayyan ikut di bantu tim Pertamina Patra Niaga untuk program trauma healing yang.berlangsung setiap hari di sekolah tenda darurat.
Di sana anak-anak diberikan pendampingan sama tim relawan Pertamina Patra Niaga dengan beragam kegiatan untuk pemulihan luka emosional akibat peristiwa bencana yang mereka alami.
"Alhamdulillah anak-anak sangat semangat dan kami juga ikut mengajak anak-anak ke sekolah. Di sana ada di kasih bingkisan dan berbagai hal kami sampaikan sehingga mereka bersekolah," katanya.
Herawati bersama guru di sekolah tersebut terus berupaya maksimal dalam membersamai anak-anak bertumbuh di tengah keterbatasan.
"Ruang kelas kami tidak bisa dipakai karena di dalamnya berlumpur dan di luar juga berlumpur. Kami berharap agar lumpur dapat di keruk dan anak-anak dapat belajar di ruang kelas," katanya.
Junior officer 1 CSR Pertamina Patra Niaga, Calvin Aryos mengatakan kehadiran Pertamina Patra Niaga merupakan bagian untuk membantu dan mendukung agar anak-anak dapat kembali ceria dan mengurangi ketakutan mereka karena bencana yang dialami.
Pertamina Patra Niaga ikut memberikan dukungan tenda untuk kegiatan belajar mengajar TK Al Bayyyan dan juga untuk kelas pengajian yang berlangsung pada jam 14.00 WIB," katanya.
"Kita hadir di sini dan melihat dampak yang parah termasuk anak-anak yang sekolah di sini masih trauma. Saat sekolah ada anak-anak yang nangis saat hujan dan ingin didampingi terus orang tua, karenanya kita hadir untuk memberikan dukungan kepada mereka," katanya.
Pihaknya akan terus memberikan dukungan dan juga mendampingi TK Al-Bayyan hingga proses pemulihan sehingga seluruh anak-anak sekolah dengan penuh keceriaan.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026