Gianyar, Bali (ANTARA) -
Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, Bali, menangani tanah longsor yang menimbun saluran irigasi akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
“Kondisi ini memberi berdampak kepada petani karena saat ini mereka sedang memasuki masa tanam padi,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar I Made Dwipa Arta di Gianyar, Kamis.
Petugas menangani material kayu, tanah, dan bebatuan yang menutupi saluran irigasi untuk lahan pertanian di kawasan Bunteh Sengkulung, Desa Puhu, Kecamatan Payangan.
Selain di lokasi tersebut, pihaknya menangani longsor dan pohon tumbang di Subak Tinjak Kayu I, Desa Melinggih di kecamatan yang sama.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi,” ucapnya.
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bali memicu bencana hidrometeorologi, salah satunya di sejumlah lokasi di Kabupaten Gianyar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar mendata sementara hingga Rabu (21/1) terdapat 25 rumah warga rusak di bagian atap karena terdampak angin kencang.
Selain itu, 28 mobil mengalami kerusakan akibat tertimpa atap yang ambruk karena angin kencang di Desa Batubulan Kangin.
Beberapa lokasi tanah longsor juga terjadi di wilayah itu serta membuat kerusakan sejumlah tempat ibadah atau pura.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026