Denpasar (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggandeng Universitas Udayana (Unud) untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas laboratorium.
“Hari ini kami melakukan penandatanganan kesepahaman dan perjanjian kerja sama terkait dengan penguatan SDM dan penggunaan fasilitas-fasilitas bersama,” kata Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M Panggabean di Denpasar, Kamis.
Ia menyampaikan nota kesepahaman ini mencakup berbagai aspek penting seperti pertukaran data dan informasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pengembangan riset dan teknologi.
Barantin memilih Universitas Udayana menjadi perguruan tinggi ke-17 di Indonesia yang diajak bekerja sama, melihat keberadaan kampus itu di Pulau Dewata sebagai lalu lintas internasional.
“Kolaborasi dan kerja sama yang erat dengan akademisi disini untuk karantina yang semakin luas dan kompleks sangat dibutuhkan agar layanan perkarantinaan dapat semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Dengan pengembangan kemampuan sumber daya manusia, kata dia, maka satu sama lain akan terbantu.
Contohnya Barantin dapat dibantu oleh pakar dari Universitas Udayana untuk menangani masalah penyakit hewan lintas negara yang sedang marak atau kembali muncul.
Begitu pula dengan kebutuhan laboratorium, terkadang kemunculan penyakit pada komoditas ekspor atau impor membuat Badan Karantina Indonesia di Bali harus sigap dan membutuhkan bantuan laboratorium yang lebih sesuai.
“Saya inginnya semua kebijakan karantina ada dasar ilmiahnya, maka perlu kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Udayana,” ucap Sahat.
Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, Sahat menyampaikan Barantin saat ini mengemban tugas besar dalam menjaga biosekuriti, biosafeti dan biodiversiti Indonesia dalam satu sistem terpadu.
“Barantin juga berperan strategis dalam sistem pertahanan negara non militer (biodefence) dalam menghadapi potensi ancaman biologis, termasuk bioterorisme dan pandemi penyakit menular,” ujarnya.
Merespons kerja sama ini, Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana menyatakan siap menjalankan sama.
Menurut dia, kolaborasi ini menunjukkan kedua institusi yang lebih profesional karena melakukan kerja-kerja berbasis keilmiahan lewat riset yang akan dijalankan ke depan.
“Kami di Unud memang tugas kami menciptakan SDM unggul, kami sampaikan Unud siap bantu program-program Barantin, dan kami di kampus ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama misal laboratorium,” ujarnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026