Nusa Dua, Bali (ANTARA) -

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian dari holding BUMN, InJourney, memproduksi 331 ribu meter kubik air bersih dari hasil pengolahan air laut selama tiga bulan terakhir di Nusa Dua, Bali.

"Saat beroperasi penuh kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

ITDC telah mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif.

Teknologi itu mampu memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi.

Teknologi itu dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar, khususnya di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.

Dengan begitu, pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau.

Sehingga, lanjut dia, secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar.

Ia meyakini teknologi SWRO juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di kawasan pengelolaan the Nusa Dua.

Implementasi itu juga menjadi sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia melalui anak usahanya yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026