Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Anak usaha BUMN, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) Nusantara Utilitas (NU), mengantongi izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air bersih layak konsumsi di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Bali.

"Kehadiran fasilitas pengolahan air laut ini akan memperkuat ketahanan air kawasan pengelolaan kami," kata Direktur ITDC NU Novan Aryanda di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.

Pihaknya mengajukan izin Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 36001 yang diajukan melalui sistem perizinan usaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Seluruh proses perizinan, imbuh dia, telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan melibatkan koordinasi intensif dengan instansi terkait.

Dengan izin itu, pihaknya dapat memanfaatkan air laut sebanyak 2.555.000 meter kubik per tahun untuk diolah menjadi air bersih untuk hotel-hotel serta para penyewa di pengelolaan perusahaan itu di Nusa Dua.

Adapun fasilitas pengolahan air laut yang dioperasikan, kata dia, menggunakan teknologi penyaringan modern yang mampu memproduksi air bersih, seperti yang telah diterapkan di berbagai negara dengan standar operasional yang ketat.

Pihaknya mengadopsi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi.

Teknologi itu dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar, khususnya di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata, imbuh dia lagi.

Dengan begitu, pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau.

Sebagai gambaran, kawasan pengelolaan the Nusa Dua memiliki luas total sekitar 350 hektare di Kabupaten Badung, Bali dan memiliki total sekitar 5.485 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah.

Selain itu, di kawasan elit tersebut juga memiliki fasilitas ruang pertemuan yang dapat menampung ribuan delegasi untuk kebutuhan pariwisata konferensi dan pertemuan bisnis.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026