Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto memperoleh komitmen investasi dari Inggris ke Indonesia senilai 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp90 triliun dari kerja sama sektor maritim.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam wawancara cegat di Bandara Stunsted, Kota London, Inggris, Rabu, waktu setempat, mengatakan komitmen itu diraih dari sejumlah pertemuan penting, salah satunya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

"Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling, itu sekitar Rp90 triliun," katanya menjelaskan hasil pertemuan Presiden dengan PM Starmer.

Komitmen itu mengikat kerja sama di sektor investasi pembangunan sebanyak 1.582 kapal nelayan sebagai bagian dari kolaborasi industri maritim kedua negara.

Menurut Teddy, program pembangunan kapal tersebut memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena seluruh proses produksi dan perakitan akan dilakukan di Indonesia.

"Yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan penjelasan Menteri Kelautan dan Perikanan, kata Seskab Teddy, proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja, yang terdiri atas sekitar 30 ribu awak kapal, 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja dari efek berganda di sektor-sektor pendukung lainnya.



Pewarta: Andi Firdaus, Galih Pradipta
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026