Denpasar (ANTARA) - Tokoh senior Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali Grace Anastasia Surya menilai keputusan pemilihan I Wayan Suyasa yang merupakan mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung menjadi ketua DPW PSI Bali hal yang lumrah atau biasa.
“Saya rasa itu keputusan ada di DPP ya, DPP yang menentukan jadi saya sebagai kader sebagai anggota legislatif dari PSI otomatis harus menghormati keputusan dari DPP,” kata dia di Denpasar, Selasa.
“Kalau ada tanggapan jelek dari masyarakat kan sudah biasa, contoh seperti Mas Kaesang baru dua hari langsung jadi ketua umum, biasa itu sebenarnya, mereka saja yang tidak tahu internal PSI,” sambung Grace.
Satu-satunya kader PSI di DPRD Bali itu mengaku dirinya dan Wayan Suyasa pun berhubungan baik sekali pun Grace lebih lama menjadi kader hingga dua periode menduduki kursi DPRD Bali.
Tak hanya Suyasa, dalam kepengurusan PSI Bali yang baru turut bergabung politisi lain mulai dari Partai Golkar dan PDIP.
Grace mengaku menghargai pilihan Wayan Suyasa untuk meninggalkan Partai Golkar dan melanjutkan perjuangan bersama PSI, kapasitasnya sebagai pimpinan partai di daerah sebelumnya juga menunjukkan kemampuannya memimpin DPW PSI Bali ke depan.
“Mungkin Pak Wayan Suyasa melihat bahwa PSI ini partai yang selama ini tetap dengan slogannya hadir kerja untuk rakyat, ia sendiri juga sudah pernah memimpin partainya yang lama itu, saya rasa sebagai politisi dia punya kapasitas bisa membantu membangun PSI di Bali,” ujar Grace Anastasia.
Diisukan DPW PSI Bali bergejolak karena mantan kader Partai Golkar tiba-tiba naik menjadi ketua, namun Grace membantah.
Justru menurutnya saat ini kader partai sedang merapatkan barisan, memanaskan mesin partai seperti arahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.
Tak hanya merombak DPW, PSI juga merombak DPC hingga ranting, sebab Wayan Suyasa menargetkan kemenangan besar pada Pemilu 2029 nanti.
“Pak Wayan Suyasa sebagai ketua DPW sekarang ada target kalau tidak salah kemarin targetnya 25 kursi (legislatif) ya seluruh Bali, kita sekarang punya lima, satu saya di provinsi, tiga di DPRD Denpasar dan satu di Klungkung, diharapkan di DPRD Bali 2029 menambah dan menjadi fraksi sendiri,” kata dia.
Setelah DPP menunjuk secara sah Wayan Suyasa sebagai pimpinan di Bali rencananya juga akan digelar rapat koordinasi wilayah, dimana Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep dijadwalkan hadir.
“Tanggal 24 Januari nanti, ketum datang, kalau Pak Jokowi kurang tahu yang jelas ketua umum pasti hadir di rakorwil nanti,” ucap Grace.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026