Denpasar (ANTARA) - Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali mulai memproduksi tangan palsu pada Januari 2026 untuk memenuhi kebutuhan alat bantu penyandang disabilitas.

"Ini merupakan proyek percontohan. Saat ini kami mulai produksi lima unit tangan palsu," kata Ketua Yayasan Puspadi Bali I Made Gunung di Denpasar, Bali, Senin.

Saat ini, sudah ada masyarakat dengan disabilitas fisik yang membutuhkan tangan palsu.

Terkait harga, saat ini pihaknya masih belum menetapkan karena masih dalam proyek percontohan.

Ada pun produksi tersebut sebagai perluasan produk alat bantu setelah sebelumnya memproduksi kaki palsu untuk atas dan bawah lutut, alat bantu ortotik yang menopang pergelangan kaki (AFO) serta alat bantu penyangga kaki.

Seluruh proses produksi, perakitan hingga penyesuaian alat dengan penyandang disabilitas berbahan gip dan plastik polystone itu dilakukan di ruang Yayasan Puspadi Bali di Pusat Annika Linden, di Jalan Bakung Denpasar.

Meski begitu, salah satu komponen utama pembuatan kaki palsu masih impor dari luar negeri dengan besaran harga satu kaki palsu untuk bawah lutut mencapai Rp8,9 juta dan atas lutut sebesar Rp12,3 juta.

Skema pembelian, lanjut dia, dapat dibeli secara mandiri apabila tergolong ekonomi mampu.

Apabila tergolong masyarakat miskin, maka pihaknya akan mencarikan sponsor untuk bersedia membiayai dan masuk dalam daftar tunggu.

"Kami masih bergerilya mencari sponsor karena setelah kejadian Gunung Agung meletus dan disusul pandemi COVID-19, kami juga mengalami dampak karena jumlah sponsor mengalami penurunan," ucapnya.

Puspadi rata-rata per tahun memproduksi sekitar 100 unit kaki palsu untuk bawah lutut, kemudian 45-50 unit untuk atas lutut, penyangga (brace) sebanyak 10-15 unit, serta AFO sekitar 400 unit.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026