Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr Rita Ramayulis menjelaskan susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.

“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengkondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama, misalnya siang hari makan lengkap. Tapi jangan sampai diposisikan susu menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” kata Rita di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, susu memiliki kedudukan dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makan lengkap, terutama pada pagi hari, atau dijadikan makanan selingan.

Rita menjelaskan bahwa susu hanya pelengkap makanan utama anak karena memiliki kandungan protein dan kalsium.

Jika semuanya diganti ke susu, lanjut dia, anak kemungkinan banyak mendapatkan risiko kekurangan gizi, seperti karbohidrat kompleksnya bisa kurang.

“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbo, protein, lemak dan mikronutrien itu tidak tercipta kalau mengonsumsi hanya berupa makanan cair saja dan tentunya proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak baik kalau hanya menerima makanan cair saja,” tutur Dosen Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu.



Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026