Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meluncurkan tambahan delapan siaran televisi digital yang mengudara lewat menara pemancar sekaligus ikon wisata baru Turyapada Tower.
“Pada tahap ketiga, Media Televisi Indonesia mux Metro TV Group resmi bersiaran dengan delapan siaran TV tambahan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Minggu.
Adapun delapan siaran TV tersebut terdiri dari Metro TV, SCTV, Indosiar, Mentari TV, Rtv, BN Channel, Magna Channel, dan Moji, di mana siaran ini akan semakin memudahkan akses jaringan bagi masyarakat di Bali Utara.
Menurut Koster, keberadaan siaran TV digital ini memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat karena masyarakat tidak perlu lagi membeli parabola atau berlangganan televisi berbayar, tetapi cukup menggunakan televisi digital atau televisi analog dengan set top box terjangkau untuk menikmati siaran televisi dengan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.
“Ini membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan akses informasi, edukasi, dan hiburan dapat dinikmati secara merata,” ucapnya.
Sebelum masuknya mux Metro TV, Pemprov Bali terlebih dahulu bekerja sama dengan 22 saluran, yaitu siaran dari kelompok Viva Group di antaranya ANTV, Trans 7, Trans TV, INews, MNC, RCTI, Global TV, TVOne, VTV, dan Jagantara TV.
Selanjutnya siaran dari mux Nusantara TV terdiri dari Nusantara TV dan Harum TV, serta grup dari TVRI dengan TVRI Nasional, TVRI Bali, TVRI World, TVRI Sport, MDTV, Kompas TV, Bali TV, Jawa Post TV, Garuda TV, dan Simpo TV.
Untuk itu hingga saat ini menara setinggi 115 meter yang berada pada ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut tersebut telah bekerja sama dengan 30 siaran TV.
Tak hanya bagi masyarakat Bali Utara, Gubernur Bali melihat potensi jaringan siaran dapat tertangkap hingga ke kabupaten sekitar Buleleng bahkan lebih jauh hingga Banyuwangi, sehingga ia meminta OPD terkait melakukan pemantauan.
Koster menjelaskan kehadiran siaran TV digital dari Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Buleleng, menjadi babak baru dalam pelayanan informasi, bukan sekadar bangunan megah di dataran tinggi, tetapi simbol transformasi, kemajuan teknologi, sekaligus pelestarian budaya Bali.
Infrastruktur ini menjadi bagian dari Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia, yang memungkinkan kualitas siaran lebih baik dan jangkauan yang lebih luas.
Selain sebagai pemancar televisi digital, Pemprov Bali juga mengembangkan Turyapada Tower sebagai destinasi wisata berbasis teknologi dengan fasilitas planetarium, skywalk, jembatan kaca, restoran putar 360 derajat, dan restoran statis.
Seluruh fasilitas pariwisata saat ini sedang dikerjakan tahap interior dan ditargetkan rampung pertengahan 2026, dilanjutkan penataan kawasan, akses jalan, hingga pembangunan gondola sepanjang 1 kilometer.
Kawasan terpadu ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada Desember 2026 dengan total investasi hampir Rp600 miliar, sepenuhnya menjadi aset daerah untuk meningkatkan PAD Kabupaten Buleleng.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026