Badung, Bali (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Bali, meningkatkan kreativitas seni kaum muda melalui kegiatan pelatihan pembuatan ogoh-ogoh.

“Kegiatan yang diikuti oleh kelompok pemuda sekaa teruna dan yowana se-Badung ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda bahwa ogoh-ogoh tidak hanya sebagai karya seni, namun juga penuh filosofi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha di Mangupura, Kabupaten Badung, Rabu.

Ia mengatakan workshop itu membahas empat materi utama yaitu teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi, dari sisi karakter ogoh-ogoh, dari sisi desain seni serta terakhir membahas garapan keseluruhan karya.

Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber antaranya pendiri sanggar Pancer Langit AA Gede Agung Rahma Putra, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar Marmar Herayukti, pematung es Nyoman Sungada, serta Arif Suciawan yang merupakan kreator ogoh-ogoh asal Badung.

Gde Eka Sudarwitha menjelaskan pelaksanaan Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tahun 2026 akan tetap mengikuti kriteria tahun 2025, namun dengan sejumlah penyempurnaan.

Penyempurnaan itu, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, termasuk penggunaan undagi atau kreator lokal asal Badung, dan sejumlah hal lainnya.

Salah satu hal utama yang menurutnya perlu diperhatikan adalah kedisiplinan peserta agar ogoh ogoh benar-benar dibuat oleh kelompok pemuda dengan arsitek atau undaginya berasal dari Kabupaten Badung.

“Dengan demikian ini dapat memiliki makna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di Badung,” kata dia.

Lomba itu juga akan tetap mengambil tema lBhandana Bhuhkala”, yang bermakna pemurnian sifat-sifat keraksaan atau kala menjadi energi positif.

“Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” pungkas Sudarwitha.



Pewarta: Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026