Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membantu komunitas masyarakat di pesisir Desa Bondalem, Buleleng, melakukan konservasi terumbu karang lewat penenggelaman substrat ke dasar laut.

Penggagas Jaladhi Vistara atau Festival Terumbu Karang di perairan Desa Bondalem, Ngurah Paramartha mengatakan dari bantuan pemerintah sebagai penghubung dengan pihak-pihak yang membantu pendanaan, mereka berhasil mengumpulkan 82 substrat atau media terumbu karang untuk ditanam.

“Akan ada penenggelaman sekitar 82 substrat yang disumbangkan oleh berbagai lembaga, ada berupa fishdom, stupa, dan berupa patung Buddha,” kata dia di Denpasar, Senin.

Warga desa dan Pemprov Bali sepakat menggelar festival bahari ini pada 25 Oktober mendatang, bersamaan dengan Tumpek Wariga atau hari keagamaan Hindu untuk memuliakan tumbuhan.

Ngurah Paramartha menjelaskan nantinya akan ada sekitar 20 penyelam dari masyarakat sekitar yang akan menenggelamkan substrat ke dasar laut.

Ini menjadi langkah konservasi terumbu karang, kata dia, dimana poinnya bukan terletak pada seremoni hari tersebut, melainkan bagaimana selanjutnya biota laut yang tumbuh hidup di sana dapat dijaga.

“Ini kan konservasi, harus berkelanjutan tidak sekadar penanaman tapi kita lihat bagaimana nelayan atau siapapun jangan sampai ikan sudah datang karena terumbu karang bagus tiba-tiba ikan hiasnya dijaring, kadang jaringnya ditinggal begitu saja menutupi karang-karang yang sudah tumbuh,” ujarnya.

Tak berhenti dikonservasi, melihat pesona perairan Desa Bondalem, masyarakat berinisiatif mengadakan kontes foto bawah laut pada hari kedua festival.

Kontes tak berbayar ini dibuka bagi masyarakat maupun wisatawan penyelam guna menunjukkan kepada dunia bagaimana pesona bahari di Bali Utara.

Di laut sepanjang garis pantai Kecamatan Tejakula Buleleng itu juga disebut-sebut berbeda dengan Bali bagian selatan, memiliki ciri khas bahari sendiri yang membedakan dan menarik bagi penyelam untuk mempelajarinya.

Kelompok Kerja (Pokja) Penanggulangan Kerusakan Ekosistem Sungai, Danau, dan Laut Pemprov Bali Eka Mahardika menambahkan dengan ini maka akan terbentuk peta wisata baru di Kabupaten Buleleng.

“Festival di Desa Bondalem ini merupakan satu ekosistem yang sangat populer, ini adalah langkah Pemprov Bali untuk memperkuat kreativitas-kreativitas warga lokal sesuai dengan aset yang mereka punya, saat warga paham modal aset yang mereka punya, di sanalah baru kita bisa berkolaborasi menciptakan ekonomi biru,” kata dia.

Namun Eka Mahardika melihat peluang ekonomi sebagai bonus, sementara tujuan utama tetap pada pemulihan ekosistem dan literasi.

Dengan gerakan penenggelaman substrat ini maka penyelamatan ekosistem dilakukan, menunjukkan bahwa kemuliaan terhadap alam tidak hanya perayaan, namun aksi nyata dan sudah semestinya dibantu Pemprov Bali.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026