Banda Aceh (ANTARA) - Polresta Banda Aceh menangkap seorang pemuda berinisial AW (25) warga Kabupaten Bireuen, Aceh diduga membobol ATM milik teman sendiri hingga korban mengalami kerugian sebesar Rp94 juta, digunakan untuk membeli sepeda motor dan judi online.

"Tadi malam kami menangkap AW (25) warga Bireuen di sebuah pondok di samping rumahnya," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Donna Briadi, di Banda Aceh, Jumat.

AKP Donna menjelaskan, adapun korban yang mengalami pembobolan ATM dari teman sendiri ini adalah Ikhsan (24), warga Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar.

Ia menjelaskan, korban pertama kali mengetahui ATM nya telah dibobol ketika hendak menarik uang dari salah satu galeri ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) di Lampineung, Banda Aceh, pada Minggu (1/8/2025) siang.

Setelah melihat saldonya berkurang banyak, akhirnya yang bersangkutan langsung membuat laporan ke Polresta Banda Aceh, dan selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga mengetahui pelaku usai mengecek CCTV sejumlah galeri ATM. Dan pelaku ditangkap.

AKP Donna menyampaikan, korban sendiri bersahabat dengan pelaku. Dan password ATM korban diketahui pelaku karena pernah mengintip korban saat membuat PIN ATM. 

Lalu, pelaku melakukan pencurian ATM yang saat itu disimpan di rumah korban pada Juli 2025, dan langsung menuju ke beberapa galeri ATM BSI di Banda Aceh untuk menarik uang dengan nominal berbeda-beda, totalnya mencapai Rp94 juta.

Donna menjelaskan, hasil uang membobol ATM tersebut, digunakan tersangka membeli sepeda motor CBR 250cc seharga Rp45 juta dan sisanya dihabiskan untuk bermain slot judi online.

"Jumlah deposit yang ia lakukan fantastis, diantaranya ada yang Rp10 juta beberapa kali, ada yang Rp5 juta beberapa kali," ujarnya.

Saat ini pelaku sudah dibawa Tim Opsnal Jatanras ke Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Dalam kesempatan ini, AKP Donna mengimbau kepada masyarakat, untuk menjaga kerahasiaan PIN ATM sebaik mungkin. Sebab, memberikan PIN ke orang lain sangat berisiko, bahkan bisa menjadi korban pencurian data.

"Setiap kita memencet nomor PIN itu,  agar ditutup menggunakan tangan untuk lebih safety. Jangan terlalu terbuka," demikian AKP Donna.


Baca juga: DJBC Aceh ingatkan waspadai pencurian data dari situs palsu bea cukai



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025